PejuangKantoran.com - Lulusan baru yang sekarang ini sedang jadi pekerja awal (iya, kayak kita-kita ini), kabarnya sedang mengalami money dysmorphia? Apa itu?
Money dysmorphia itu kondisi di mana seseorang punya pandangan yang nggak realistis terhadap kondisi keuangan pribadinya.
Jadi meskipun secara finansial kita sebenarnya cukup stabil atau bahkan mapan, kita tetap merasa cemas, takut kekurangan, atau merasa nggak cukup sukses secara finansial.
Baca Juga: Bisakah Punya Mobil dengan DP Rendah dan Cicilan Rp1 Juta-an per Bulan? Baca Ketentuannya!
Akibatnya, kita jadi sering membandingkan diri dengan orang lain. Kemudian, muncul semacam ilusi bahwa orang lain selalu lebih kaya, lebih sukses, dan lebih aman secara finansial, yang membuat kita merasa tertinggal, padahal sebenarnya enggak.
Contohnya: kita punya tabungan, rumah, dan penghasilan tetap, tapi masih merasa miskin atau gagal hanya karena melihat teman-teman liburan ke luar negeri atau beli barang-barang branded.
Efek negatifnya, kemampuan kamu untuk mengelola keuangan dan mandiri secara finansial jadi terkikis. Ini tentu sudah nggak sehat, bestie.
Coba sekarang kamu cek, apakah kamu mengalami tanda-tanda money dysmorphia, yang secara nggak sadar juga kamu lakukan.
1. Investasi jangka panjang terasa seperti pemborosan
Dengan semakin banyaknya narasi yang mengatakan bahwa kita sedang mengalami krisis ekonomi, kamu mungkin merasa bahwa investasi jangka panjang benar-benar di luar jangkauan.
Baca Juga: Usai Hadir di BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Kini Gula Aren Merek Tangkal Kawung Bidik Pasar Korea
Ini membuat kamu enggan menabung dan menyusun anggaran karena nggak punya tujuan keuangan jangka panjang.
Apalagi Gen Z dikenal nggak terlalu peduli dengan tujuan keuangan tradisional, seperti membeli rumah yang lebih dihargai generasi lebih tua.
2. Menghabiskan uang untuk kemewahan
Menurut studi yang dimuat di Journal of Behavioral and Experimental Economics, banyak anak muda menghabiskan banyak uang untuk hal-hal kecil, seperti membeli makeup atau skincare. Tahu sendiri kan, skincare itu nggak murah.