saving

7 Tanda Kamu Mengalami Money Dysmorphia, Gara-gara Selalu Membandingkan dengan Orang Lain

Sabtu, 3 Mei 2025 | 18:46 WIB
Ilustrasi: Cek apakah kamu punya tanda-tanda money dysmorphia, akibat selalu membandingkan diri dengan kesuksesan orang lain. (Freepik/Tirachardz/Jcomp)

Kamu mungkin ngeles, dengan mengatakan bahwa hal itu menjadi cara kamu untuk mengatasi ketidakpastian tentang dunia dan keadaan keuangan yang dimiliki.

Karena merasa nggak punya banyak uang untuk ditabung, kamu jadi menghabiskan uang untuk kemewahan kecil dan simbol status, seperti makeup, pakaian, gadget, atau bahkan makanan.

3. Punya harapan yang nggak realistis

Sebagai Gen Z, kamu mungkin lebih sering terpapar standar dan harapan masyarakat yang nggak realistis seputar uang. Ini membuat kamu merasa tertinggal dari para influencer yang diberi hadiah barang-barang desainer, atau teman-teman yang liburan menggunakan paylater.

Baca Juga: Tren 'Buy Now, Pay Later' Makin Populer di Kalangan Traveler, Kenali Apa Saja Resikonya!

4. Menganggap frugal living sebagai kegagalan

Membuat pilihan hemat jadi terasa seperti kegagalan buat kamu. Apalagi jika ditambah dengan ekspektasi keuangan yang nggak realistis dari media sosial.

Ini membuat kamu enggan mempraktekkan keuangan yang sehat, seperti melakukan budgeting dan menabung, yang membuat kamu sulit memprioritaskan kesejahteraan finansial.

5. Merasa bersalah karena menghabiskan uang

Menurut laporan Cash App, nggak jarang Gen Z menyesal dan bersalah atas kebiasaan belanjanya. Ini sebenarnya berakar pada rasa malu akibat merasa lebih tertinggal dari orang-orang seusianya.

Baca Juga: Pendaftaran Dana Indonesiana 2025 – 2026 untuk Para Seniman Segera Dibuka. Ini Cara Daftarnya!

Terjebak dalam siklus kepuasan sesaat dan rasa bersalah ini bisa bikin kamu terlibat dalam kebiasaan belanja yang nggak sehat dan sulit untuk memutusnya.

6. Disiplin mengelola keuangan dianggap sebagai hukuman

Buat kita yang mengalami money dysmorphia, mengelola keuangan dengan disiplin membuat kita merasa tersiksa. Soalnya, kamu cenderung membatasi pengeluaran terlalu ketat, dan akhirnya malah tak bisa bertahan lama.

Siklus ini hanya menyebabkan lebih banyak pengeluaran berlebihan, yang lalu kembali membuat kamu merasa bersalah.

Halaman:

Tags

Terkini