PejuangKantoran.com - Belum lama ini Kementerian Keuangan mengeluarkan Saving Bond Ritel seri SBR014 yang penawarannya dibuka pada 14 Juli sampai 7 Agustus 2025.
Kalau kamu belum sempat membeli produk investasi tersebut, tak usah khawatir karena saat ini pemerintah sudah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) seri yang lain.
Mulai 22 Agustus sampai 15 September 2025, Kemenkeu menawarkan Sukuk Ritel seri SR023, yang merupakan produk investasi syariah. Artinya, produk ini tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury).
Baca Juga: Saat Persahabatan Memudar, Mungkin Ini saatnya Kamu Belajar Melepaskan Tanpa Kehilangan Jati Diri
Selain itu, penerbitannya sudah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Sukuk Ritel juga menggunakan struktur akad Ijarah - Asset to be Leased.
Hasil penerbitan SR023 akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat Barang Milik Negara. Imbalannya berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.
Berapa imbal hasilnya?
SR023 ditawarkan kepada investor perorangan dalam dua jenis, yaitu seri SR023 T3 (Tenor 3 Tahun) dan SR023T5 (Tenor 5 Tahun). Kamu bisa membeli produk ini secara online mulai Rp 1 juta (dengan kelipatan Rp 1 juta) dan maksimal Rp 5 miliar (tenor 3 tahun) dan Rp 10 miliar (tenor 5 tahun).
Kedua seri tersebut memiliki kupon fixed rate. Artinya, besaran bunganya stabil atau tidak berubah sampai jatuh tempo. Jadi, pembayaran bunga yang kamu terima jumlahnya sama tanpa terpengaruh fluktuasi suku bunga pasar.
Imbal hasil produk ini juga bersifat long coupon, yang jangka waktunya lebih panjang daripada kupon bulanan. Sehingga, imbal hasil yang pertama bisa lebih besar daripada kupon yang diterima setiap bulan.
Pembayaran imbal hasil yang pertama akan dilakukan pada 10 November 2025. Selanjutnya, imbal hasil akan dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulan (jika tanggal 10 merupakan hari libur, maka akan dibayarkan pada hari kerja berikutnya).
Adapun pembayaran terakhir akan dilakukan pada saat jatuh tempo, yaitu tanggal 10 Oktober 2028 (untuk SR023-T3) dan 10 Oktober 2030 (untuk SR023-T5).
Nah, imbalan yang ditawarkan untuk seri SR023-T3 adalah sebesar 5,80% per tahun. Sedangkan seri SR023-T5 diberikan dengan imbalan sebesar 5,95% per tahun.
Tingkat imbalan ini cukup kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN.