Namun, dengan bayar secara manual, kamu punya kesempatan untuk protes dulu ke pihak rumah sakit atau asuransi. Jadi, ini opsi lebih aman, apalagi kalau jumlahnya besar.
3. Tagihan utilitas atau pajak
Beberapa tagihan bulanan memang stabil, seperti internet atau TV kabel. Namun, ada juga yang fluktuatif, misalnya listrik, air, atau gas. Terutama kalau kamu pakai sistem pascabayar.
Bayangkan, jika biasanya kamu bayar listrik Rp300 ribu, tetapi karena musim panas AC menyala terus, tagihan melonjak jadi Rp1 juta. Kalau di-autopay, saldo bisa langsung “terserok” tanpa kamu sadari.
Baca Juga: Kedutaan Besar Swiss Siapkan Lowongan Kerja National Program Officer untuk Penempatan Jakarta
Sama dengan pajak, misalnya Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB. Nominalnya lumayan besar dan biasanya hanya dibayar setahun sekali.
Kalau tiba-tiba langsung ditarik, bisa membuat kamu kaget. Itulah sebabnya jenis tagihan seperti ini sebaiknya ditinjau dulu sebelum bayar.
Jadi, autopay cocoknya untuk apa?
Debet otomatis tetap bermanfaat, asal dipakai untuk tagihan bulanan yang:
• Jumlahnya tetap setiap bulan, seperti internet, cicilan KPR, atau premi asuransi.
• Resikonya rendah dari sisi salah tagih.
• Tidak membuat saldo rekening boncos mendadak.
Sementara itu, untuk tagihan besar, sering berubah, atau rawan salah hitung, lebih baik kamu tetap cek manual. Tidak makan waktu lama, tetapi dampaknya bisa besar.