"Tapi, kalau semua pembayaran tagihan sudah diatur otomatis, kamu tidak perlu khawatir lagi akan ada pembayaran yang terlewat," ujar Brett.
3. Dana darurat
Kalau kamu lagi fokus mengumpulkan dana darurat, jangan tunggu uang sisa di akhir bulan baru menabung. Langsung pasang scheduling transfer dengan fitur transfer berkala (misal untuk BCA) di awal bulan ke rekening khusus dana daruratmu.
Baca Juga: Terpikat 'Amor Fati', Sherina Ungkap Ketertarikannya Memainkan Tokoh Nea di 'Filosofi Teras'
4. Tabungan untuk liburan atau hari raya
Punya rencana libur panjang atau pengeluaran tahunan seperti mudik lebaran atau beli kado Natal? Jangan tunggu sampai momennya tiba baru panik mencari uangnya.
"Kamu bisa membuat beberapa pos tabungan berbeda untuk tiap kebutuhan, lalu otomatiskan pemindahan sejumlah uang tetap ke setiap pos itu tiap bulan. Ini mencegah pengeluaran besar datang mendadak, dan membaginya jadi nominal kecil yang lebih mudah dikelola," jelas Brett.
5. Investasi rutin
Mengotomatisasi investasi bulanan bikin kita tidak perlu pusing memikirkan kapan waktu terbaik buat masuk ke pasar (timing the market).
Konsep ini mirip menabung saham atau reksa dana secara rutin, di mana kita bakal diuntungkan oleh strategi dollar-cost averaging karena uang masuk secara rutin meski harga pasar lagi naik atau turun.
Baca Juga: Ini Penyebab Bos Paling Nggak Suka Kalau Kamu Mau WFH (Produktivitas bukan Satu-satunya Alasan)
6. Fitur pembulatan transaksi
Sekarang banyak aplikasi bank digital yang punya fitur pembulatan otomatis (rounded-up saving). Misalnya, kamu membeli kopi seharga Rp27.000, aplikasi bakal membulatkannya jadi Rp30.000.
Nah, sisa Rp3.000-nya otomatis masuk ke kantong tabunganmu. Tanpa sadar, tabunganmu makin gemuk lewat recehan ini.
7. Otomatisasi bonus atau kenaikan gaji