PejuangKantoran.com - Ketika anak sudah dewasa, orangtua tentu berharap akan bisa terbebas dari kewajiban membayar biaya sekolah, biaya hidup, atau uang jajannya.
Kenyataannya, banyak orangtua masih membiayai uang bulanan anak-anak mereka yang sudah dewasa. Dengan kata lain, orang dewasa muda masih menerima uang bulanan dari orangtua.
Menurut jajak pendapat oleh Savings.com, hampir setengah dari orangtua di Amerika (45%) masih terus mendukung anak-anak mereka yang sudah dewasa secara finansial, rata-rata hingga 1.442 dollar per bulan. Setidaknya, satu anak yang sudah dewasa.
Baca Juga: Survei: Orang Arab Ternyata Lebih Suka Dapat Amplop Uang Lebaran Dibanding Hadiah Lainnya
Uang bulanan itu umumnya digunakan untuk menutup pengeluaran yang relatif sederhana seperti belanjaan dan paket data ponsel.
Namun, lebih dari setengah orangtua juga membantu membayar sewa rumah atau apartemen, yang rata-rata lebih dari 800 dollar per bulan.
Survei, yang dilakukan pada bulan Februari, juga mengungkap, sebagian besar anak yang menerima dukungan finansial orangtua tersebut berusia antara 18 dan 24 tahun.
Usia ini bertepatan dengan masa kuliah dan transisi ke dunia kerja penuh waktu. Tetapi lebih dari sepertiga orang dewasa muda yang dibiayai berusia 25 tahun atau lebih, dan 1 dari 10 berusia 35 tahun atau lebih.
Survei Saving.com ini merupakan survei tahun kedua yang diluncurkan selama pandemi COVID-19. Setiap survei menjangkau sekitar 1.000 orang tua dengan anak dewasa.
Survei tahun 2022 dan 2023 mencapai kesimpulan yang sama, meskipun para orangtua sepertinya lebih banyak berbelanja untuk anak dewasa saat ini daripada setahun yang lalu.
“Ada banyak tekanan pada orang dewasa muda, dan mereka mungkin masih menghubungi orangtua mereka untuk mendapatkan dukungan,” kata Corie Wagner, editor senior riset industri di Savings.com.
Baca Juga: Mengenal SID atau Single Investor Identification, Syarat Membeli Sukuk Ritel SBN SR018
Inflasi, upah yang tertinggal, kenaikan suku bunga, biaya perumahan yang melonjak, dan utang pinjaman mahasiswa, sudah membuat orang dewasa muda tertatih-tatih dalam beberapa tahun terakhir.
“Situasi dewasa muda saat ini jauh lebih suram daripada beberapa generasi sebelumnya,” kata Christine Percheski, sosiolog di Northwestern University.
“Kita tidak menanggung biaya kuliah sebanyak yang kita lakukan untuk generasi sebelumnya. Dan orang dewasa muda menghadapi pasar perumahan yang sulit.”