PejuangKantoran.com - Pada 28 Juni 2023 mendatang, pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri terbaru, yaitu ORI023.
SBN Ritel ini memiliki dua tenor, yaitu ORI023T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI023T6 dengan tenor 6 tahun.
Lalu, apa yang membedakan ORI023 dengan SBN Ritel lainnya?
Sebelumnya, kamu harus tahu bahwa SBN Ritel dibagi menjadi dua, yaitu Surat Utang Negara (SUN) yang dikelola secara konvensional, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang, seperti namanya, menggunakan prinsip Syariah.
Baca Juga: Yang Mau Passive Income, Yuk Gercep: SBN ORI ORI023 dengan Dua Tenor Bakal Terbit 28 Juni 2023
Lalu, jenis SUN Ritel kembali dibagi menjadi dua, yaitu ORI dan Savings Bond Ritel (SBR). Sementara SBSN Ritel juga dibagi dua, yaitu Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST).
Perbedaan ORI dengan SBR, SR, DAN ST
Meski sama dari SUN Ritel, tetapi ORI dan SBR memiliki perbedaan yang terletak pada tenor (jangka waktu), kupon (bunga), perdagangan di pasar sekunder, dan potensi capital gain.
Lalu, perbedaan SR dan ORI hanyalah pada prinsip pengelolaannya. ORI berjenis konvensional dan SR syariah. Untuk karakter lainnya, seperti tenor, kupon, perdagangan di pasar sekunder, dan potensi capital gain, semuanya sama.
Sementara perbedaan ST dan ORI juga terletak pada tenor, kupon (bunga), perdagangan di pasar sekunder, dan potensi capital gain.
Penjelasan lengkapnya seperti ini:
1. Tenor
ORI dan SR memiliki jangka waktu tiga tahun, tetapi bisa dijual sebelum jatuh tempo dan diperdagangkan di pasar sekunder atau tradable.
Sebaliknya, SBR dan ST hanya memiliki tenor dua tahun. Lalu, keduanya juga tidak bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.
Namun sejak awal 2023, pemerintah menerbitkan SBN Ritel dengan dua tenor investasi.
Misalnya, untuk SBR012 yang terbit Februari 2023, memiliki tenor dua dan empat tahun.