Ini Beda ORI023 dengan Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan, dan Saving Bond Ritel

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 20 Juni 2023 | 21:20 WIB
Ilustrasi: Kenali dulu apa beda produk investasi seperti surat berharga negara, sukuk ritel, sukuk tabungan, dan saving bond ritel. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Kenali dulu apa beda produk investasi seperti surat berharga negara, sukuk ritel, sukuk tabungan, dan saving bond ritel. (Freepik/Rawpixel)

Lalu, untuk SR018 yang terbit Maret 2023 punya tenor tiga dan lima tahun. Untuk ST010 yang terbit Juni 2023 ada tenor dua dan empat tahun.

Kemudian untuk ORI023 yang baru akan diterbitkan, memiliki tenor tiga dan enam tahun.

Baca Juga: Awas, Postingan di Media Sosial Ternyata Bisa Ungkap Gaji Kamu!

2. Kupon

Kupon ORI dan SR bersifat tetap (fixed) hingga jatuh tempo. Jika ada kenaikan atau penurunan suku bunga, kupon ORI tidak akan menyesuaikan.

Ini berbeda dengan SBR dan ST yang memiliki kupon bersifat floating with floor atau mengambang dengan batas minimal. Jadi, kupon atau imbal hasil bisa naik bila suku bunga acuan naik, tetapi tidak bisa turun lebih rendah daripada batas minimal.

3. Perdagangan di pasar sekunder

ORI dan SR bisa dijual kembali sebelum jatuh tempo dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder (tradable). Perdagangan tersebut dibuka setelah minimum holding period selesai, yakni dua kali pembayaran kupon.

Sementara untuk SBR dan ST tidak bisa diperdangkan di pasar sekunder (non-tradable), yang membuat investor harus memegangnya hingga jatuh tempo.

Meski begitu, ada fasilitas early redemption setelah satu tahun investasi dengan syarat minimal kepemilikan awal Rp2 juta dalam satu transaksi, dan maksimal yang bisa dicairkan awal sebesar 50%.

4. Potensi capital gain

Karena bisa diperdagangkan di pasar sekunder, ORI dan SR harganya bisa naik dan turun tergantung permintaan di pasar.

Misalnya, ketika investor membeli Rp1 juta, dia bisa menjual kembali seharga Rp1,3 juta dengan mempertimbangkan besaran kupon yang bisa diterima. Artinya investor berpeluang meraih capital gain.

Sementara SBR dan ST tidak memiliki keuntungan tersebut. Jika investor membeli Rp1 juta, maka pada saat jatuh tempo dia tetap akan menerima pembayaran pokok sebesar Rp1 juta.

5. Pernyataan halal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Bareksa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X