Kebiasaan Boros Tapi Nggak Bisa Ngerem, Padahal Ini Pemicunya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 15 November 2022 | 10:27 WIB
Ilustrasi: Ketahui apa pemicu kebiasaan boros kamu supaya bisa mengelolanya.  (Pexels/Cottonbro studio)
Ilustrasi: Ketahui apa pemicu kebiasaan boros kamu supaya bisa mengelolanya. (Pexels/Cottonbro studio)

PejuangKantoran.com - Kebiasaan boros seringkali bersumber dari konflik internal dengan diri sendiri. Kamu sadar harga-harga sedang naik sehingga harus lebih berhemat, namun panggilan, “Pakeeet…” itu membuyarkan segalanya. Hormon serotonin mengalir deras. Hanya saja sesudah itu kamu merasa bersalah dengan kebiasaan boros itu.

Dengan pekerjaan yang cukup bagus, sebenarnya kamu tidak pernah mengeluh kekurangan uang. Meskipun begitu, kebiasaan boros harus dikikis karena kamu sadar harus menabung

Baca Juga: POV: Harapan untuk Self Reward Sehabis Gajian

Nah, apa saja pemicu kebiasaan boros yang kemudian menimbulkan konflik internal dalam diri kita? Paco de Leon, penulis buku Finance for the People dan pendiri The Hell Yeah Group, memaparkannya berikut ini:

Promo belanja di medsos
Salah satu cara untuk mematahkan pola perilaku adalah dengan menghentikan perilaku itu untuk jangka waktu yang singkat dan tetap. Coba tahan diri kamu untuk tidak berbelanja selama 30 hari. Jangka waktu ini bisa kamu tingkatkan ketika kamu berhasil melaluinya. Kapan pun kamu merasa ada dorongan untuk membeli sesuatu, periksa apa yang memicunya. Apakah itu promo di Instagram, ngebet jalan-jalan ke mall untuk cuci mata, atau sharing dari teman-teman di grup WA. Batasi paparan terhadap pemicunya ini.

Baca Juga: 7 Cara Mengabaikan Pendapat Orang Lain tentang Kita

Mudah terpancing bahasa marketing
Kamu pasti paling nggak tahan dengan iming-iming “Beli 2 Gratis 1”, atau “Diskon 50% untuk Pembelian Kedua“ atau “Cashback Hingga 50%”. Hal ini berlaku untuk produk makanan, pakaian, skincare, dan lain sebagainya. Padahal, sebenarnya kamu hanya perlu membeli satu saja. Akibatnya kamu jadi membeli lebih banyak. Bahkan, membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan hanya karena tertarik diskonnya. Ngaku deh, ini juga pemicu kebiasaan boros yang paling susah dihindari.

Kemudahan belanja online
Pemicu kebiasaan boros paling banyak saat ini kemungkinan besar kemudahan belanja online. Tinggal klik, bayar lewat mbanking, dan paket sudah terkirim di rumah esok hari. Tidak berarti belanja online itu jelek, perilaku kita yang tidak terkontrol itulah yang perlu dikoreksi. Belanja online harus diakui sangat memudahkan hidup kita. Namun hanya karena kita bisa melakukannya, tidak berarti kita boleh membeli segala sesuatu kan?

Baca Juga: Jadi Bestie Pejuang Kantoran, Bagaimana Cara Baca LinkedIn yang Benar?

Terlalu banyak wishlist
Wishlist kamu di marketplace berjumlah ratusan? Hm… hati-hati, seringkali daftar itu berisi barang yang tidak kita butuhkan. Menyimpan wishlist itu mendorong aliran dopamine untuk terus melihat-lihat barang lain. Contohnya, kamu scrolling Instagram. Karena algoritma medsos lebih tahu dirimu ketimbang kamu sendiri, tiba-tiba muncul sepasang sepatu yang memang sudah lama kamu cari-cari. Masuk lah sepatu itu ke wishlist, dan kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Buru-buru checkout
Terkadang kalau ada barang impian yang mendadak muncul di medsos, kamu ingin buru-buru checkout agar tidak kehilangan kesempatan. Apalagi, kalau diembel-embeli diskon. Lebih baik, tahan keinginan untuk checkout dengan mendiamkan saja barang itu di wishlist sampai kamu benar-benar ingin membelinya. Minimal 24 jam, lebih bagus kalau lebih lama. Ketika waktu itu terlewati, coba kunjungi lagi wishlist tersebut untuk mengevaluasi apakah kamu masih ingin membelinya. Jika tidak, hapus saja.

Ternyata, mudah saja melacak pemicu kebiasaan boros ini. Tinggal kamu yang harus mulai mengontrolnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Refinery29

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X