PejuangKantoran.com - Siapa sih yang nggak pernah diomongin oleh orang lain, termasuk teman-teman dan keluarga kita sendiri? Memang rasanya nggak mungkin untuk nggak peduli dengan omongan orang lain, terutama yang negatif. Reputasi kan penting. Pendapat orang lain bisa mempengaruhi pekerjaan kita, keluarga, bahkan calon pasangan. Namun, apakah ketakutan terhadap pendapat orang lain membuat kamu nggak mampu melakukan hal-hal yang kamu inginkan?
Kalau iya, maka kamu —seperti kebanyakan dari kita— bisa mencoba mengurangi penghakiman atas omongan orang lain terhadap kita. Memang nggak gampang, tetapi kalau kamu berhasil melakukannya sedikit saja pasti perasaanmu akan berbeda. Di bawah ini, ada tujuh cara untuk mengabaikan pendapat orang lain tentang kita.
Baca Juga: Lingkungan Kerja Toxic: 1 dari 3 Karyawan di Asia Tenggara Burnout
Terima bahwa orang lain akan punya opini tentang dirimu
Siapa yang bisa melarang orang beropini —baik, buruk, atau netral— tentang diri kita? Bahkan kalau kamu diam dan jarang keluar rumah pun, orang bisa bergunjing tentang dirimu. Langkah pertama untuk mengabaikan pendapat orang lain adalah menerima bahwa mereka sebenarnya peduli sama kamu. Kalau nggak, buat apa mereka repot-repot memikirkanmu?
Identifikasi apa yang bikin kamu merasa dihakimi
Memang, orang akan menilai kamu apa pun yang terjadi, namun yang paling penting adalah bagaimana perasaanmu ketika merasa dihakimi. Buat daftar, cari benang merah, dan tanyakan pada dirimu keyakinan, ketakutan, dan ketidaknyamanan apa yang kamu rasakan. Tidak usah menilai jawabanmu, cukup agar kamu tahu saja.
Apa sebenarnya arti omongan buruk itu buat kamu
Ketidaksetujuan orang lain tentang diri kita memang nggak menyenangkan, tetapi pasti nggak akan benar-benar mengubah hidupmu. Kalau kamu benar-benar memikirkan apa arti penilaian negatif dari orang lain, jawabannya biasanya "nggak banyak". Sadari hal ini untuk membantu mengurangi pengaruhnya terhadap dirimu.
Baca Juga: Berapa Sih Harga Tumbler Corkcicle, Must Have Item Pegawai Kantoran SCBD?
Pikirkan apa yang sebenarnya penting bagi kamu
Bisa tentang nilai-nilai, perbuatan, atau orang yang membuat kamu merasa waras, puas, dan penuh harapan tentang masa depan. Entah itu waktu berkualitas dengan pasangan, merapikan meja kerja yang berantakan, atau me time setiap minggu.
Buat daftar hal-hal yang kamu banggakan
Apakah itu mencapai prestasi di tempat kerja, mengatasi masalah pribadi, atau hanya sesuatu yang sangat kamu sukai tentang dirimu. Catat secara berkala di aplikasi Notes di ponsel yang bisa sering kamu perbarui. Meskipun hanya membacanya sesekali, catatan yang tersimpan ini akan memaksa otak fokus pada hal positif tersebut setiap saat.
Baca Juga: Studi: Berapa Gaji Karyawan Bank di Indonesia pada 2022?
Fokus pada apa yang membuatmu merasa baik
Entah itu orang, tempat, aktivitas —apa saja yang membuatmu lebih bersemangat dan termotivasi. Prioritaskan masing-masing dan luangkan waktu untuk mereka. Ketika ada lebih banyak hal yang kamu sukai dalam hidup, kamu nggak akan berfokus pada pendapat orang lain yang nggak kamu sukai. Atau, paling nggak, hanya ada sedikit waktu untuk itu.
Jauhkan diri dari apa pun yang membuatmu tidak nyaman
Kamu nggak perlu menghindari semua hal yang bikin nggak nyaman. Salah satu saja, contohnya media sosial. Kalau kamu terus-terusan merasa kesal, tersisih, atau merasa kurang dari unggahan orang lain, unfollow atau nonaktifkan saja mereka. Kalau mem-posting membuat kamu kewalahan, tak usah membuka media sosial selama beberapa lama. Lalu, lihat bagaimana rasanya.
Itu saja ya, cara mengabaikan pendapat orang lain yang kurang enak didengar. Anggap saja mereka sebenarnya ingin berteman denganmu.
Artikel Terkait
Lingkungan Kerja Toxic: 1 dari 3 Karyawan di Asia Tenggara "Burnout"
Berapa Sih Harga Tumbler Corkcicle, "Must Have Item" Pegawai Kantoran SCBD?