PejuangKantoran.com - Saat ini Sukuk Tabungan ST009 telah dalam masa penawaran, yang akan ditutup pada 30 November 2022. Produk Sukuk Tabungan ini merupakan salah satu dari lima produk Surat Berharga Negara (SBN) Ritel. Kelima produk tersebut adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), dan Cash Waqf Linked Sukuk Ritel (CWSL). Apa kelebihan dan kekurangan Sukuk Tabungan dibandingkan SBN Ritel yang lain?
Berinvestasi di SBN Ritel sangat menarik, karena investor mendapatkan imbal hasil (imbal hasil atau keuntungan dari produk investasi ini biasa disebut kupon) yang lumayan. Selain itu, juga ikut berkontribusi mendukung pemerintah dalam membiayai pembangunan nasional, termasuk infrastruktur, sosial dan ekonomi. Keren kan? Sekarang, mari kita lihat kelebihan dan kekurangan Sukuk Tabungan dibandingkan SBN Ritel yang lain.
Baca Juga: Ini Penyebab Celaka yang Biasanya Terjadi Saat Gempa
Sebagai SBN Ritel, sifat pembelian produk ini bisa dalam jumlah receh, mulai dari Rp1 juta. Maksimal pembelian adalah Rp2 miliar per nasabah, tentunya tergantung kuota yang masih tersedia. Keuntungan lain dari SBN Ritel adalah kupon yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan dengan deposito bank. Pajaknya pun hanya 10%, sedangkan deposito dikenai pajak 20%.
Seluruh produk SBN Ritel menawarkan kupon yang dapat dinikmati oleh nasabah, kecuali CWLS Ritel yang kuponnya disalurkan langsung untuk membiayai program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Kupon ORI, SR, SBR dan ST dikreditkan ke rekening nasabah setiap bulan secara otomatis. Nggak perlu deh, nagih-nagih seperti layaknya meminjamkan uang ke orang, karena negara dengan disiplin langsung membayar secara rutin.
Baca Juga: Ini Hal-hal yang Menyebabkan Si Bos Juga Mengalami Burnout
Beda sukuk tabungan dibanding SBN retail lain
Apa kelebihan dan kekurangan Sukuk Tabungan dengan ORI, SR dan SBR? Keempat produk ini serupa tapi tak sama. Kelebihan dari ST dan SR adalah sifatnya yang syariah, jadi tidak perlu takut dengan adanya riba. Layaknya hukum syariah, peminjaman dana dilakukan dengan jaminan berupa aset negara. Namun dari sifat investasinya ada sedikit perbedaan dengan SR. ST lebih mirip dengan SBR, yaitu tidak bisa diperjualbelikan.
Baik ST maupun SBR sama-sama memiliki tenor (masa berlaku) dua tahun, dan hanya bisa dicairkan saat jatuh tempo. Kendati demikian, baik ST maupun SBR bisa di-redeem (dicairkan) sebagian setelah satu tahun, tetapi hanya setengah dari jumlah investasi. Hal ini bisa jadi kelemahan dari ST maupun SBR karena jika sewaktu-waktu butuh uang tidak bisa dijual. Untungnya, besar kupon ST dan SBR ini tidak tetap alias floating. Setiap tiga bulan akan dilakukan penyesuaian tergantung dari BI Rate. Namun tentu saja tidak akan turun di bawah besar kupon yang ditawarkan saat ini, ya. Contoh, pada ST009, penyesuaiannya tidak akan di bawah 6,15% per tahun.
Baca Juga: Daftar Kompensasi Untuk Pejuang Kantoran Terkena PHK
Sementara itu untuk ORI dan SR, sifatnya murni obligasi yang bisa diperjualbelikan kapan saja. Bedanya ORI adalah obligasi konvensional, dan SR merupakan Sukuk atau obligasi yang bersifat syariah. Biasanya tenor ORI dan SR ini tiga tahun, dan besar kupon fixed atau tetap, terlepas dari BI Rate yang ada.
Menguntungkan banget kan investasi di ST? Jika BI Rate naik, imbal hasil ikut naik, dan tidak perlu takut riba. Jika ingin berinvestasi di ST 009, selama sisa periode 21-25 November 2022 ini hanya ada kuota tambahan Rp200 miliar per hari. Bahkan kuota tambahan pada periode 26-28 November 2022 hanya Rp100 miliar per hari. Perlu perjuangan lebih untuk bisa berebut kuota setiap pagi, lho! (Endah Tri Utami)
Artikel Terkait
Kebiasaan Boros Tapi Nggak Bisa Ngerem, Padahal Ini Pemicunya
Metode 50/30/20, Trik Mengatur Keuangan Paling Mudah Dijalani
Jessica Iskandar Jual Tas Chanel-nya, Benarkah Tas Desainer Bisa Jadi Investasi yang Menguntungkan?
Rekomendasi Tas Tangan Desainer yang Bisa Dijadikan Investasi, Ada Milik Jessica Iskandar!
Kuota ST009 Akan Ditambah Lagi, Apa Sih yang Dimaksud Sukuk Tabungan?