Technical Director Katto Hermanto Tan acap mengingatkan para peserta turnamen memasak atau lomba memasak atau kompetisi memasak bahwa ada batasan waktu yang harus dijalani peserta.
Menurut Technical Director Katto Hermanto Tan, peserta kompetisi memasak atau turnamen memasak harus memanfaatkan waktu yang tersedia agar bisa memenangi kompetisi memasak.
Salah satunya, peserta kompetisi memasak atau turnamen memasak memanfaatkan betul pisau tajam daripada pisau majal atau pisau tumpul.
Lantas, Technical Director Katto Hermanto Tan juga menambahkan bahwa pisau tumpul atau pisau majal lebih berisiko dalam penggunaan untuk memotong daging sapi australia atau daging sapi lokal Indonesia pada umumnya andaikan dibandingkan dengan pisau tajam.
Pisau tajam, saat pemotongan daging bisa masuk lebih ke dalam bagian dalam daging.
"Pisau tumpul enggak bisa masuk ke dalam daging dan pisau tumpul bisa mengenai tangan chef," pungkas Technical Director Katto Hermanto Tan.
Jadi, siapa pemenang antara pisau majal atau pisau tumpul vs pisau tajam atau pisau tajam versus pisau majal atau pisau tumpul, sudah ketahuan.
Artikel Terkait
5 Potongan Daging Sapi Has Luar Atas, Bisa Jadi Bahan Menu Kuliner Apa Saja?
Terpincut Jadi Juara Lomba Kuliner, Ikuti 3 Tips Ini
Faktanya, Ada Lebih dari Seratus Potongan Daging Sapi Bisa Menjadi Hidangan
Gen Z, Chef atau Juru Masak Bukan Profesi Instan, Butuh 10 Tahun untuk Jadi yang Terbaik
Sop Buntut alias Oxtail Soup, Kuliner Daging Sapi Paling Moncer Saat Ini
Generasi Z atau Gen Z Ingin Jadi Chef Handal, Tempuhlah Enam Jenjang Karier Profesional Ini
Taste atau Cita Rasa Asam, Asin, dan Manis pada Menu Kuliner Indonesia, Ini Fungsinya
Cara Cerdik Bisnis Kuliner Minus Boros Duit tapi Malahan Bikin Banyak Cuan
Daging Sapi Australia Lebih Empuk daripada Daging Sapi Lokal Indonesia, Kok Bisa?
Tentang Daging Sapi Australia dan Indonesia dalam Angka
Pesan atau Filosofi Jangan Bawa Pisau Tumpul ke Kompetisi Memasak