Ini Dia Deretan Rekor yang Berhasil Ditorehkan oleh Spanyol dan Argentina Pada Laga Final Piala Dunia FIFA 2026

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Senin, 20 Juli 2026 | 10:50 WIB
Spanyol sukses menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah kalahkan Argentina. Banyak statistik menarik yang tercipta selama perjalanan Spanyol dan Argentina menuju babak final.  (FIFA.com)
Spanyol sukses menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah kalahkan Argentina. Banyak statistik menarik yang tercipta selama perjalanan Spanyol dan Argentina menuju babak final. (FIFA.com)

PejuangKantoran.com - Pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol melawan Argentina yang berlangsung di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium) 20 Juli 2026, berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Dalam laga semalam, ada banyak rekor yang berhasil dicatat oleh kedua tim.

Baca Juga: Selain Lamine Yamal, Inilah 7 Pemain Termuda Dalam Sejaran Piala Dunia FIFA, yang Ikut Andil Mengantarkan Negaranya Sebagai Juara

Baca Juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Akhiri Penantian 16 Tahun Lewat Drama Extra Time

Fakta Pertandingan dan Gelar Juara

  • Juara Dunia Dua Kali. Kemenangan ini membawa Spanyol merengkuh trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah setelah pertama kali meraihnya pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
  • Gagal Back-to-Back: Argentina gagal menyamai rekor legendaris Italia (1934, 1938) dan Brasil (1958, 1962) sebagai tim yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara berturut-turut.
  • Pertemuan Final Pertama. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah Spanyol dan Argentina bertemu di partai final Piala Dunia. Sebelum laga ini, satu-satunya duel mereka di Piala Dunia terjadi 60 tahun lalu pada fase grup edisi 1966.
  • Duel Peringkat 1 vs 2 FIFA. Untuk pertama kalinya sejak sistem peringkat FIFA diperkenalkan pada 1992, laga final mempertemukan dua tim penguasa ranking tertinggi, yaitu Argentina (Peringkat 1) dan Spanyol (Peringkat 2).
  • Pertempuran Antar-Jawara Kontinental. Partai ini menjadi final Piala Dunia pertama yang mempertemukan juara bertahan Euro (Spanyol - Euro 2024) melawan juara bertahan Copa América (Argentina - Copa América 2024).

Baca Juga: Kylian Mbappé Pimpin Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia FIFA, Apakah Lionel Messi Bisa Menyalip Kembali Rekor Tersebut?

Rekor Fantastis Spanyol

  • Tembok Pertahanan Terbaik. Sepanjang turnamen, lini belakang Spanyol mencatatkan performa paling kokoh dalam sejarah dengan hanya kebobolan total 1 gol dari 7 pertandingan serta membukukan 6 laga clean sheet.
  • Menyamai Rekor Dunia Tak Terkalahkan. Spanyol memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka menjadi 37 pertandingan beruntun di kancah internasional (menyamai rekor terpanjang dunia milik Italia periode 2018–2021 dan Argentina periode 2019–2022).
  • Sejarah Pasukan Muda. Spanyol mengukir sejarah dengan memainkan dua pemain berusia 19 tahun sekaligus di laga final Piala Dunia, yaitu Lamine Yamal dan Pau Cubarsí. Lamine Yamal juga mengakhiri turnamen sebagai pemain dengan jumlah dribel sukses terbanyak (30 kali).

Statistik Miris Argentina

  • Nol Tembakan di Waktu Normal. Argentina mencetak rekor aneh sekaligus memilukan sebagai tim pertama sepanjang sejarah final Piala Dunia (sejak pencatatan resmi dimulai tahun 1966) yang gagal melepaskan satu pun tembakan ke gawang selama 90 menit waktu normal. Mereka baru mencatat total 2 tembakan di babak perpanjangan waktu.
  • Dominasi Kontras. Jalannya pertandingan sangat berat sebelah. Spanyol menguasai 68% penguasaan bola dan meluncurkan hingga 20 tembakan (11 on target), berbanding terbalik dengan Argentina yang hanya menguasai 32% bola.
  • Kartu Merah Enzo Fernández. Impian Argentina semakin buyar setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada menit injury time babak kedua (90+3'), memaksa tim Tango bermain dengan 10 orang sepanjang babak perpanjangan waktu hingga akhirnya kebobolan oleh Ferran Torres pada menit ke-106.
  • Akhir Pahit Lionel Messi. Megabintang sekaligus kapten Argentina, Lionel Messi, harus menutup perjalanan Piala Dunia terakhirnya di usia 39 tahun dengan kekalahan pahit, setelah tampil kurang optimal dan hanya mencatatkan sentuhan yang sangat minim di area krusial selama laga final. Meski kalah di final, Messi tetap menjadi salah satu kandidat kuat penghargaan individu berkat torehan 8 gol dan 4 assist sepanjang turnamen.

Baca Juga: Bahkan Rekan Setim Lamine Yamal Mengira Fotonya bersama Lionel Messi 20 Tahun Lalu Rekayasa AI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X