Sukses Garap Film-film Horor, Kini Hadrah Daeng Ratu Garap Romance Religi "Pantaskah Aku Berhijab"

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 2 Juli 2024 | 18:24 WIB
Sutradara Hadrah Daeng Ratu bersiap memproduksi film teebarunya yang bertema romance religi: Pantaskah Aku Berhijab. (Instagram @non_hadrah)
Sutradara Hadrah Daeng Ratu bersiap memproduksi film teebarunya yang bertema romance religi: Pantaskah Aku Berhijab. (Instagram @non_hadrah)

PejuangKantoran.com - Setelah sukses menyutradarai film-film horor yang ditonton jutaan orang, Hadrah Daeng Ratu bersama Deni Saputra mendirikan production house baru bernama Narasi Semesta.

Kini mereka mengumumkan film pertama yang diproduksi bersama, yaitu Pantaskah Aku Berhijab.

Keputusan Hadrah mengeluarkan film bergenre drama religi ini cukup mengejutkan bagi pemerhati film karena sutradara lulusan IKJ itu dikenal bertangan dingin saat menggarap film horor.

Baca Juga: Trans TV Buka Lowongan Jadi Executive Secretary, Cek di Sini Syaratnya!

Sebut saja Sijjin (1.930.901 penonton), Pemandi Jenazah (1.645.513), dan Menjelang Ajal (711.122), yang masuk dalam daftar 10 film Indonesia terlaris.

“Terus terang kalau ditanya lebih suka drama atau horor, aku lebih suka drama. Hanya sebelumnya kan challenge yang masuk banyak menggarap film horor.

"Nah, makanya gebrakan pertama (Narasi Semesta), kita ambil judul yang romance religi karena memang passion aku. Itu yang lebih aku suka,” ujar Hadrah Daeng Ratu, saat konferensi pers Pantaskah Aku Berhijab di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis (26/6/2024).

Melalui rumah produksinya sendiri, Hadrah berharap bisa menggarap ide-ide cerita yang lebih bervariasi, serta memiliki kebebasan kreatif yang lebih besar dalam berkarya.

Ia mengatakan, sudah banyak membuat film dan bekerja sama dengan PH lain. Akhirnya bersama Deni Saputra, ia memutuskan membangun Narasi Semesta.

Sebenarnya rumah produksi ini sudah mereka rencanakan beberapa tahun sebelumnya. Mereka sudah mengumpulkan banyak cerita dan ingin sekali memproduksi film yang nilai-nilai kemanusiaan dan moral baiknya lebih banyak.

"Makanya kita bikinlah PH ini. Kita percaya film merupakan media yang cukup kuat untuk mempengaruhi penonton. Kita ingin membuat film yang baik, meninggalkan kesan kuat dan dibuat dari hati.

Baca Juga: Ngenes, Jakarta Peringkat Ketiga dalam Daftar Kota Paling Tidak Nyaman di Dunia

"Ini seperti rumah sendiri sehingga proses menggodok cerita, diskusi skenario, semua yang ada di hati dan pikiran bisa tercurahkan semua tanpa harus, 'Oh jangan ini... nanti karena ini...', atau ada banyak halangan,” terang Hadrah.

Merasa punya pesan baik yang ingin disampaikan dalam cerita itulah yang membuat Pantaskah Aku Berhijab diputuskan diangkat menjadi film.

Skenario yang ditulis oleh Cassandra Massardi ini dirasa dekat dengan keseharian kaum perempuan, karena banyak di antara mereka yang kerap menanyakan pantas atau tidak dirinya berhijab.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X