Diputar di Jakarta World Cinema, Brief History of A Family Angkat Sisi Misterius dari Keluarga Harmonis

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 26 September 2024 | 22:29 WIB
Brief History of A Family, film karya sutradara China Jianjie Lin, sedang diputar di Jakarta World Cinema. (IMDb)
Brief History of A Family, film karya sutradara China Jianjie Lin, sedang diputar di Jakarta World Cinema. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Bulan ini, penikmat film dimanja dengan banyaknya festival film dengan berbagai tema. Salah satunya adalah Jakarta World Cinema (JWC) yang  digelar dari tanggal 21 hingga 28 September 2024.

Tidak tanggung-tanggung, 120 film dari 61 negara diputar di CGV Grand Indonesia dan di KlikFilm (secara daring).

Salah satu film yang diputar di CGV adalah Brief History of A Family karya sutradara Cina, Jianjie Lin, yang datang dan hadir di JWC.

Baca Juga: Banyak Keuntungan Menjadi PPPK, tapi Pastikan Kamu Tahu Beda PPPK dan PNS

Film Brief History of A Family sendiri mengangkat dinamika sebuah keluarga yang terusik dengan kehadiran seseorang yang awalnya hadir sebagai teman anak di keluarga tersebut.

Tu Wei (Muran Lin) secara tidak sengaja mencederai Shuo (Xilun Sun), teman sekolahnya yang selalu menyendiri dan misterius.

Untuk menunjukkan rasa tanggung jawabnya, Wei mengundang Shou makan malam di apartemennya. Lahir dari rasa simpati itu, Shou jadi kerap diundang makan bersama dan menghabiskan waktu bersama.

Namun suasana yang awalnya terlihat baik-baik saja mulai terusik karena kedekatan Shou dengan orang tua Wei.

Ia bahkan diajak berlibur bersama kedua orang tua Wei, sementara Wei sendiri harus berlatih anggar karena akan mengikuti kompetisi.

Bagi orang tua Wei, Shou dirasa sebagai sebuah solusi. Ketika Cina menghapus kebijakan 1 anak dalam 1 keluarga, ada pressure di kalangan masyarakat untuk menambah anak dalam keluarga.

Baca Juga: Kapan Seleksi PPPK 2024 Dibuka? Ketahui Dulu Formasi yang Tersedia dan Syarat untuk Mendaftar!

Hingga akhirnya Wei merasa kenyamanannya dalam keluarganya terancam. Ia mempertanyakan motivasi Shou yang dinilainya telah merampas perhatian dan kasih sayang orang tuanya.

Simbol-simbol biologi

“Saya selalu tertarik dengan keluarga dan struktur dalam keluarga. Tetapi, film tentang keluarga sangat banyak. Jadi, yang terpenting buat saya adalah mencari perspektif dan sudut pandang yang tepat.

“Ketika kecil, saya selalu tertarik dengan keluarga orang lain. Setiap kali bertamu, saya memperhatikan bagaimana tiap anggota keluarganya berinteraksi dan bagaimana satu sama lain menavigasi sebagai keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X