PejuangKantoran.com - Setelah sebelumnya sukses menulis serial Suami-Suami Masa Kini, Imam Darto menyuguhkan karya terbarunya, Modal Nekad.
Dalam film ini ia tidak hanya bertindak sebagai penulis, tetapi juga turun tangan sebagai sutradara.
Seperti judulnya filmnya, Imam mengaku bahwa film ini benar-benar ia garap dengan modal nekad. Tanpa ada ide yang jelas, ia bersama rekan kerjanya, Marwan Nasution, mengemukakan keinginan pada Chand Parwez (produser Starvision) untuk menyutradarai film.
Baca Juga: 6 Langkah Berikut Ini Membantu Kamu Memecahkan Masalah dengan Efektif
“Dari awal, ini memang modal nekad. Senekad-nekadnya. Masuk ke ruang kerja pak Parwez saja sudah sangat intimidating. Banyak piala di ruangan.
"Pak Parwez bilang ‘Kamu mau bikin film apa?’” seru pemilik rumah produksi Pabrik Cerita ini.
Intinya, Imam dan Marwan ngobrol panjang lebar dengan produser berusia 65 tahun itu. Usai pertemuan tersebut, ia baru mulai menulis sinopsis filmnya.
“Ternyata beliau suka sinopsis yang baru saya bikin setengah jadi itu, dan belum ada ending-nya, dan minta untuk diselesaikan karena ingin tahu ending-nya. Begitu diselesaikan, beliau suka.
“Udah, langsung bikin draft satu. Nah, Pak Chand Parwez kan dikenal perfeksionis. Draft satu biasanya paling banyak dicorat-coret.
"Tapi, draft satu saya langsung di-approved!” terang Imam Darto, saat konferensi pers Modal Nekad di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/12/2024) lalu.
Baca Juga: Lakukan 4 Hal Berikut Ini Untuk Meningkatkan Pengalaman Positif Terhadap Layanan Customer Service
Di lain pihak, Chand Parwez punya komitmen pribadi untuk memberi kesempatan kepada talenta baru dalam berkarya.
Sebagai salah satu rumah produksi film terbesar di Indonesia, Starvision ternyata telah menjadi cikal-bakal 60 sutradara baru yang sukses mengeluarkan karya perdana mereka.
“Dari dulu saya selalu berkomitmen menghadirkan sutradara yang film perdananya dari Starvision. Sutradarto (panggilan akrab kru Modal Nekad untuk Imam Darto - Red) memang nekad, tapi ini adalah film yang sangat membahagiakan.
“Dari film ini kita melihat keluarga, persaudaraan dan usaha orang untuk bangkit dari sesuatu,” jelas Parwez, yang merasa film ini cocok sekali dijadikan film keluarga di liburan penutup akhir tahun.
Artikel Terkait
Bali: Pulau Terindah untuk Liburan Matahari Musim Dingin Wisatawan Eropa
PPN 12% Resmi Diberlakukan pada 1 Januari 2025, Belum Gajian Sudah Mikirin Pajak Naik
5 Komponen Wajib dalam Menjalankan Metode Kepemimpinan Relasional yang Memanusiakan Karyawan
5 Hari Bekerja di Rumah, Mengapa CEO Glassdoor Menolak Bekerja Di Depan Anak-Anaknya?
Siap-siap LPDP Batch 2 2025 Akan Dibuka, Ini Tips Agar Aplikasi Kamu Diterima
5 Resep Makanan Viral yang Banyak Dicari Orang Indonesia di Google Selama 2024
Memberdayakan Anggota Tim Punya 9 Manfaat Yang Sangat Dibutuhkan Oleh Perusahaan