PejuangKantoran.com - Banyak hal baru yang dilakukan Cinta Laura Kiehl di film Agen +62. Pertama, ia berperan sebagai Jessica, pemilik salon yang menjadi sasaran pengintaian bagi dua agen intel, Martha (Rieke Diah Pitaloka) dan Dito (Keanu Agl).
Cinta mengambil peran ini karena karakter Jessica sangat berbeda dengan karakter yang ia ambil sebelumnya.
“Jessica ini cegil banget! Dia pemilik salon yang di mana sebenarnya ada sesuatu yang berlangsung di salonnya itu yang membuat orang resah.
Baca Juga: 5 Keuntungan yang Kamu Dapatkan Jika Perusahaan Memakai Software untuk Mengawasi Karyawan
"Jessica di luar terlihat cukup manis, percaya diri dan memiliki charm. Tapi, di dalam hati dan pikirannya, ada sesuatu yang gelap!” ujar Cinta di konferensi pers Agen +62 di Dapoer Ciragil, Jakarta, Selasa (03/06/2025).
Kedua, demi perannya, penampilan aktris keturunan Jerman dan Sunda Jawa ini harus rela diubah sesuai tuntutan karakter di mana ada beberapa hal yang sama sekali ia tidak suka.
Salah satunya adalah melakukan manikur dengan berbagai warna kuku yang berbeda-beda di setiap adegan.
"Kalau dari segi penampilan ya, aku paling nggak kuat sama yang namanya kuku-kukuan. Baik kuteks atau kuku panjang. Aku sama sekali nggak bisa karena merasa mengganggu.
"Sekarang ini saja, aku pakai kuku tempel karena ada presscon Agen +62. Aku ingin ada sedikit yang melambangkan Jessica. Jessica itu di setiap scene hampir ada pergantian hair style, baju, dan juga warna kuku!” seru kekasih Arya Vasco ini.
Walau tidak nyaman, Cinta Laura Kiehl tetap menuruti semua perubahan penampilannya itu karena ada makna khusus yang berkaitan dengan jalan ceritanya.
Baca Juga: Favoritisme di Lingkungan Kerja Ternyata Dianggap Sah-sah Saja Jika Berdasarkan Persyaratan Ini
“Perhatikan saja nanti, tiap baju yang dikenakan, bahkan, termasuk aksesori rambut, itu ada simbolismenya sendiri. Jadi, semuanya intentional, nggak random!” tukasnya.
Hal baru ketiga yang ia coba di proyek film ini adalah bertindak sebagai produser eksekutif, bersama Keanu Agl.
“Dalam memilih proyek apapun, aku sangat pilih-pilih ya. Kenapa aku sekarang terjun sebagai produser eksekutif di proyek Wahana ini karena dari dulu aku sangat mengagumi setiap proyek yang dikeluarkan Wahana.
"Aku merasa Wahana adalah salah satu think tank, rumah produksi yang benar-benar mengedepankan nilai-nilai positif dalam setiap filmnya.
Artikel Terkait
Mulai 2026, Aturan OJK Mengatur Pemilik Polis Asuransi Harus Bayar Sebagian Biaya Perawatan
Bagaimana Cara Menilai Orang Bohong atau Jujur? Lihat Saja Fokus dan Relevansi Ceritanya!
Ini Profesi dengan Gaji Paling Tinggi dan Rendah di Jepang, Apa yang Banyak Dipilih oleh Tenaga Kerja Asing?
6 Kemungkinan Terburuk yang Bisa Terjadi Jika Perusahaan Menggunakan Alat Pemantauan Kerja
6 Buah dengan Antioksidan Lebih Tinggi dari Teh Hijau, Bikin Tubuh Lebih Sehat
Ini Jawaban Terbaik Ketika Ditanya, Apa yang Kamu Cari dalam Diri Kandidat Jika Jadi Rekruter?
Supaya Tak Salah Jawab, Ini Contoh Jawaban Sesuai Posisi Saat Ditanya, Bagaimana Jika Kamu Jadi Rekruter untuk Posisi Ini?