PejuangKantoran.com - Belakangan ini upacara melukat di Bali menjadi populer di kalangan wisatawan. Dalam tradisi Hindu Bali, upacara ini diyakini dapat membersihkan diri dari energi negatif, dan tentunya untuk melestarikan budaya.
Dengan melakukan tradisi ini, umat Hindu dapat membersihkan simpul-simpul energi-energi negatif dari diri manusia dengan bantuan dari alam semesta, sehingga dapat mengurangi stres dan menimbulkan ketenangan jiwa.
Umat yang melakukan kegiatan melukat berupaya mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yang dikenal sebagai sumber kesucian bagi umat manusia.
Baca Juga: 7 Pencapaian di Usia 40 Tahun, Salah Satunya Sudah Punya Circle yang Tetap. Kamu Setuju?
Upacara ini biasa dilakukan di tempat-tempat di mana terdapat mata air atau sumber air alami, seperti Pura Tirta Empul, Pura Beji Selati, atau Pura Campuhan Widhu Segara.
Namun kini bukan hanya umat Hindu yang menjalani upacara melukat di Bali, tetapi juga masyarakat umum. Sejumlah selebriti yang pernah terlihat pernah menjalaninya antara lain Cinta Laura Kiehl, Jessica Iskandar, Pevita Pearce, Nikita Willy, Raline Shah, hingga musisi Amerika Usher.
Nah, jika kamu penasaran dengan tradisi tersebut, sekarang upacara melukat tak hanya bisa dilakukan di Bali. Desa Wisata Arjasa di Jember, Jawa Timur, juga punya potensi wisata melukat.
Di kawasan tersebut terdapat situs cagar budaya Sendang Tirta Amertha Rajasa, yang sering dimanfaatkan oleh umat Hindu di Jember dan sekitarnya untuk melakukan ritual keagamaan.
Pada Sabtu, 9 Agustus 2025, lalu Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa, menyempatkan diri berkunjung ke Pura Agung Amertha Asri.
Ni Luh Puspa mendorong agar potensi desa wisata dioptimalkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun ia mengingatkan agar ide wisata melukat ini harus sejalan dengan perkembangan sarana dan prasarana di sekitarnya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo & Georgina Rodríguez Resmi Bertunangan, Pamer Cincin Berlian Mewah
“Ada titik yang bisa menjadi spot melukat, tetapi mungkin ada infrastrukturnya masih perlu untuk dibuat lebih layak lagi,” ujar Ni Luh Puspa.
Wamenpar Ni Luh Puspa, yang lahir di Singaraja, Bali, 18 November 1986, juga menyempatkan diri untuk melakukan sembahyangan di pura tersebut, sekaligus bertemu dengan pemuka agama Hindu setempat.
Dalam kesempatan itu Wamenpar membahas berbagai topik bersama umat Hindu setempat. Di antaranya peran komunitas dalam menjaga kerukunan, melestarikan budaya, dan mendorong potensi pariwisata berbasis kearifan lokal di daerah tersebut.
Selama kunjungan di Jawa Timur, Wamenpar Ni Luh Puspa didampingi oleh Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, Masruroh, dan Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Nova Arisne.
Artikel Terkait
Boeing Buka Lowongan Flight Operations Engineer – Aerodynamics, Penempatan di Jakarta, KL, atau Bangkok
Studi Ungkap Gen Z Merasa Tak Nyaman Melihat Ibu Menyusui di Ruang Publik, Privasi Jadi Faktor Utama
PPATK Rampungkan Analisis 122 Juta Rekening Dormant, Mayoritas Sudah Kembali Aktif
Cara Menjual Ide Besar ke Atasan, yang Penting Jangan Langsung Baper Kalau Ditolak
Kantor Bising Bikin Konsentrasi Buyar, Ini Alasan Akustik Penting untuk Produktivitas saat Kerja!
Aturan Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Media Sosial Ditakutkan Bisa Melanggar Privasi
Intermittent Fasting, Bukan Cuma Jaga Bentuk Tubuh Tapi Juga Bikin Otak Lebih Tajam