Studi Ungkap Gen Z Merasa Tak Nyaman Melihat Ibu Menyusui di Ruang Publik, Privasi Jadi Faktor Utama

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 11 Agustus 2025 | 13:10 WIB
Ilustrasi seorang ibu menyusui bayinya di tempat umum. (Freepik.com)
Ilustrasi seorang ibu menyusui bayinya di tempat umum. (Freepik.com)

PejuangKantoran.com - Meski memberi ASI adalah kebutuhan alami bayi, realitanya masih banyak ibu yang merasa canggung menyusui di ruang publik.

Sebaliknya, sebagian orang di sekitarnya juga mengaku risih melihat momen tersebut, menandakan stigma lama belum sepenuhnya hilang.

Temuan ini diungkap oleh studi terbaru Health Collaborative Center (HCC) dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia 2025. Penelitian melibatkan 731 responden dan memotret persepsi publik terhadap ibu menyusui di berbagai lokasi, mulai dari transportasi umum, taman, kafe, hingga tempat makan.

“Sekitar 1 dari 3 orang Indonesia masih memiliki pandangan kontra terhadap ibu menyusui di tempat umum,” ujar pendiri sekaligus peneliti utama HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

Baca Juga: Ini Alasan Tidur Sebelum Tengah Malam Bisa Bikin Hidup Kamu Lebih Sehat dan Produktif

Ada empat persepsi negatif yang menonjol. Pertama, hampir 30% responden merasa tidak nyaman melihat ibu menyusui di ruang publik. Kedua, jumlah serupa mengaku merasa gelisah. Ketiga, 29% berpendapat sebaiknya menyusui hanya dilakukan di tempat khusus, bukan area umum. Keempat, setengah responden menolak ibu menyusui tanpa penutup.

“Ini red flag, karena artinya publik belum sepenuhnya melihat menyusui di ruang publik sebagai perilaku alami. Padahal secara ilmiah, ini adalah proses naluriah yang patut kita dukung,” kata Ray.

Beberapa lokasi publik mendapat tingkat penolakan paling tinggi: transportasi umum (33,8%), taman atau ruang terbuka (34,6%), kafe (32,8%), dan tempat makan (30,6%). Transportasi umum bahkan disebut sebagai situasi yang paling memicu rasa tidak nyaman.

Menariknya, ketidaknyamanan ini paling banyak datang dari generasi muda, terutama Gen Z. Menurut Ray, hal ini kemungkinan besar berkaitan dengan cara pandang mereka terhadap privasi.

Baca Juga: Eva Celia dan Para Pemain 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah' Punya Kesamaan Status dengan Karakternya

“Gen Z sangat menjunjung privasi, dan mungkin bagi mereka, menyusui pun idealnya dilakukan di ruang privat,” jelasnya.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa dukungan untuk ibu menyusui tak hanya soal fasilitas, tetapi juga mengubah persepsi sosial. Sebab, pemberian ASI adalah hak ibu dan anak—dimanapun mereka berada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X