Kuliner Masa Depan: 6 Tren Makan yang Akan Mengubah Dunia

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 19:20 WIB
Ilustrasi: Citarasa asam, manis, atau asin pada kuliner Indonesia bisa diperoleh dari jeruk, tomat, atau belimbing. (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Citarasa asam, manis, atau asin pada kuliner Indonesia bisa diperoleh dari jeruk, tomat, atau belimbing. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Dunia kuliner tengah memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar soal cita rasa dan penyajian, pengalaman bersantap kini menjadi ruang ekspresi, kedekatan emosional, dan bahkan narasi budaya.

Hal inilah yang diungkap dalam laporan terbaru Marriott International bertajuk The Future of Food 2026, yang menyoroti perubahan mendasar dalam cara masyarakat Asia Pasifik menikmati makanan.

 

Kenyamanan sebagai Wajah Baru Kemewahan

Dunia kuliner di Asia sedang berubah. Kemewahan kini tidak lagi berarti ruang makan yang kaku, piring berlapis perak, atau aturan berlapis etika. Di berbagai restoran, kemewahan justru hadir lewat rasa nyaman, suasana yang hangat, pelayanan yang personal, dan hidangan yang dekat dengan keseharian.

Chef di seluruh Asia mulai menggabungkan cita rasa rumahan dengan sentuhan elegan, menghadirkan konsep fine-casual dining. Sebuah ayam goreng bisa tampil mewah dengan topping kaviar, sementara hidangan tradisional disajikan dengan gaya modern. Tren ini menandai pergeseran penting: tamu kini mencari pengalaman yang bersahaja, namun tetap indah dan penuh makna.

Baca Juga: Lowongan Kerja Associate Researcher di The International Council on Clean Transportation

Makan dengan Lima Indra

Pengalaman makan kini bukan hanya tentang rasa. Restoran di Asia mulai menjadikan kuliner sebagai pertunjukan bagi seluruh pancaindra. Ada pengalaman bersantap dalam gelap yang mengajak tamu menajamkan perasa, ada pula seni yang bisa dimakan, edible art, yang menggabungkan estetika visual dan rasa.

Di Tokyo, Bangkok, dan Singapura, banyak restoran mengubah ruang makannya menjadi teater kecil, di mana makanan menjadi bagian dari cerita. Laporan Marriott mencatat peningkatan signifikan dalam permintaan pengalaman imersif seperti ini, karena bagi banyak orang, makanan kini juga merupakan bentuk hiburan dan ekspresi diri.

Mengangkat Kekuatan Lokal

Salah satu perubahan paling menarik dalam dunia kuliner Asia adalah kebangkitan bahan-bahan lokal. Para chef kini semakin sadar bahwa cita rasa terbaik sering kali berasal dari tanah sendiri. Dari rempah, sayuran liar, hingga hasil laut musiman, bahan-bahan lokal kembali mendapat tempat utama di meja makan.

Hotel-hotel Marriott di kawasan Asia Pasifik melaporkan peningkatan penggunaan bahan lokal hingga mencapai 85%. Bagi para koki, ini bukan sekadar soal rasa, melainkan tentang bercerita tentang tempat, tradisi, dan identitas yang melekat pada setiap bahan yang mereka pilih.

Baca Juga: Jangan Terlalu Fokus Mengejar “Pekerjaan Impian” karena Prioritas yang Kamu Cari Bisa Terus Berubah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X