PejuangKantoran.com - Belanja barang bekas memang seru. Selain bisa lebih hemat, kamu juga ikut berkontribusi mengurangi limbah dan memberi “kehidupan baru” pada barang yang masih layak pakai.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua barang bekas layak dibeli. Beberapa justru dapat membuat kamu keluar uang lebih banyak untuk memperbaiki atau, lebih parahnya lagi, berakhir menjadi tumpukan yang tidak terpakai di rumah.
Menurut Virginia Chamlee, penulis “Big Thrift Energy” dan penggemar berat thrift shopping, kunci utama belanja barang bekas adalah tahu kapan harus bilang “tidak”.
Ada beberapa tanda peringatan yang perlu diperhatikan agar pengalaman belanja kamu tetap menyenangkan dan bebas penyesalan.
Baca Juga: Tantangan di Tempat Kerja Multigenerasi, Ketika Gaya Komunikasi dan Ekspektasi Jadi Penghalang
- Barang yang harus diperbaiki
Kadang kamu tergoda beli barang murah yang terlihat hanya butuh sedikit perbaikan. Namun, nyatanya kalau dihitung-hitung, biaya dan waktu yang dikeluarkan seringkali jauh lebih besar dari harga awalnya.
Jika akhirnya tidak sempat diperbaiki, barang itu hanya akan memenuhi sudut rumah tanpa terpakai.
Chamlee menyarankan untuk selalu menilai-nilai sebenarnya dari barang yang kamu temukan. Pertimbangkan waktu untuk mencarinya, ongkos perjalanan, sampai biaya restorasi.
Jika hasilnya justru menyebabkan lebih banyak keluar uang dan tenaga, lebih baik kamu lewati saja.
Baca Juga: Ihhh, Koper Ternyata Jadi Salah Satu Barang Paling Kotor Dibanding Toilet
- Pakaian bernoda atau rusak
Baju cantik dengan harga murah memang menggoda, tetapi kalau ada noda atau benang yang lepas, sebaiknya pikir ulang.
Noda lama biasanya sudah menempel kuat dan sulit dihilangkan, apalagi kalau tidak tahu penyebabnya. Beberapa noda bahkan bisa disebabkan jamur.
Supaya lebih aman, Chamlee menyarankan untuk fokus pada bahan berkualitas dan sebisa mungkin hindari polyester. Pakaian yang sudah berlubang atau rusak parah juga sebaiknya tidak dibawa pulang.
- Barang dengan bau yang kuat
Barang yang punya bau menyengat, terutama bau hewan atau lembap, sebaiknya dihindari. Memang ada beberapa yang bisa dinetralisir dengan cuka, tetapi sering kali hasilnya tidak maksimal.
Artikel Terkait
Misteri Suara Gamelan yang Cuma Bisa Didengar Cinta Brian Tiap Pagi saat Syuting Film 'Kuncen'
Lakukan 5 Cek Ini di Hotel Agar Staycation Kamu Aman dan Privasi Terjaga
Penggunaan Kamera Lensa Lebar yang Jadi Tantangan buat Kru dan Pemain Film Dopamin
Baru Memulai Usaha atau Bisnis? Manfaatkan Googel Sheets untuk Melacak Jam Kerja
Masih Dibanding-bandingkan dengan Suzzanna, Luna Maya Tegaskan: Ini Bukan Lomba Mirip-Miripan!
Seakurat Apa Serial All’s Fair yang Dibintangi Kim Kardashian Menggambarkan Pengacara Perceraian?
Adipati Dolken Enggan Meniru Akting Park Seo Jun Plek Ketiplek untuk 'What’s Up With Secretary Kim'
Punya Fan Base yang Kuat, Pertaruhan The Series 3 Hadirkan Banyak Pemain dan Martial Arts yang Baru
Qorin 2 Hadirkan Pendekatan Ekstrem Cinta Ayah Terhadap Anaknya yang Alami Perundungan
Ihhh, Koper Ternyata Jadi Salah Satu Barang Paling Kotor Dibanding Toilet