PejuangKantoran.com - Film Musuh Dalam Selimut menjadi proyek pembuka tahun 2026 bagi Narasi Semesta, rumah produksi milik Hadrah Daeng Ratu dan Deni Saputra.
Film ini menghadirkan kisah drama penuh konflik emosional yang dekat dengan realitas kehidupan rumah tangga. Film ini diangkat dari ide Deni Saputra serta hasil diskusi dengan Hadrah dan beberapa teman dari rumah produksi lain.
“Pertama kali kita mendapatkan ide cerita ini, kebetulan dari ayah angkat sekaligus guru besar saya. Setelah itu, saya bersama Hadrah mencoba untuk merangkum, dan merasa cerita ini menarik sekali.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Apakah Rumah Anda Sudah Masuk Jaringan Internet Rakyat
"Lalu, kita rembukan dengan Pak Oswin Bonifanz (Unlimited Production) yang memberikan masukan-masukan yang luar biasa. Akhirnya, terbentuklah Musuh dalam Selimut,” ujar Deni Saputra, saat konferensi pers di Metropole XXI, Jakarta, Senin (08/12/2025).
Mengambil judul yang provokatif tapi juga bermakna luas, Musuh dalam Selimut tidak hanya mengangkat isu tentang pelakor. Ceritanya bukan sebatas relasi antara pasangan saja tapi juga dari sebuah pertemanan.
“Misalnya, kita punya teman baik. Tapi, bisa saja teman itu menjelek-jelekkan kita di belakang, kita tidak tahu. Makanya, musuh dalam selimut di film ini bukan hanya spesifik untuk perselingkuhan.
"Persahabatan yang kental itu juga harus hati-hati, karena bisa saja jadi bumerang kalau tidak hati-hati,” ujar Hadrah.
Yang membuat dirinya bertambah semangat menggarap film adalah skenario yang ditulis oleh Cassandra Massardi yang ia rasa seperti sedang berada di roller coaster dan emosinya dibawa naik turun.
“Setelah membaca skenario draft satu, sumpah aku ngerasa ini script gila banget. Karakternya sakit jiwa! Dari semua film drama yang pernah aku kerjain, ini yang paling beda.
Baca Juga: 10 Cara Menghadapi Hot Take (Asal Komentar) di Kantor yang Efektif, Termasuk Menghadapi Pimpinan
"Banyak surprise yang bikin kita kaget. Dari baca skenario itu, pikiranku jadi terbang ke mana-mana! Mikirin konsep, treatment, dan lainnya.
"Yang pasti, aku mau menggambarkan musuh dalam selimut sebagai sesuatu yang di luar tampak baik-baik saja. Ternyata, ada banyak keretakan di dalam yang timbul dari orang terdekat!” tambah Hadrah.
Dari sudut pandang penulis, Cassandra Massardi mengatakan, menulis skenario dengan cerita yang penuh trik dan karakter-karakter yang kompleks bukanlah hal yang mudah.
Melelahkan, bahkan karena ia harus terlebih dahulu merasakan dan mengerti sudut pandang ketiga tokoh utama sebelum ia tuangkan dalam skenario.
Artikel Terkait
Waspada Pancaroba Menjelang Libur Akhir Tahun: Jaga Imun dan Mood Tetap Prima
Siapa Bilang Menjelang Akhir Tahun Perusahaan Sudah Tidak Membuka Rekrutmen Karyawan Baru?
Rusia Masukkan Media Jerman Deutsche Welle ke Daftar “Organisasi Tak Diinginkan”
Joko Anwar Dianugerahi Chevalier des Arts et des Lettres oleh Pemerintah Prancis
Sudah Tak Jadi Pelatih TImnas, Shin Tae-yong Masih Kirimkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra
Pecahkan Rekor Internasional di SEA Games 2025 , Yenny Wahid Optimis Masa Depan Panjat Tebing Indonesia
Perlu Diperhatikan Oleh Content Creator Specialist: 8 Hal Penting Dalam Menyusun Content Pillar!