Pejuangkantoran.com – Sebagai seorang content creator specialist, kamu wajib bisa menyusun content pillar.
Content pillar adalah kerangka topik utama yang menjadi fondasi seluruh strategi konten suatu brand, media, atau individu. Dengan Content pillar maka konten yang diproduksi bisa dijaga agar tetap konsisten, relevan, dan terarah pada tujuan, bukan sekadar sporadis atau mengikuti tren sesaat.
Fungsi utama content pillar adalah sebagai fondasi topik utama untuk strategi konten agar lebih terstruktur, konsisten, dan relevan, membantu tim membuat konten lebih efisien, meningkatkan SEO, serta mempertahankan dan menarik audiens dengan memberikan nilai yang terorganisir dan mendalam.
Content pillar menjadi pedoman utama untuk menghasilkan konten yang sejalan dengan tujuan brand dan kebutuhan audiens di berbagai platform, dari media sosial hingga blog.
Dalam menyusun content pillar, kamu perlu memerhatikan keselarasan dengan nilai merek dan tujuan bisnis. Pemahaman mendalam tentang target audiens (demografi, minat) adalah wajib.
Agar tetap sesuai kamu juga perlu riset kata kunci yang relevan, menentukan topik inti (core topic) dan subtopik, memilih format dan channel distribusi konten yang tepat, serta membuat kalender konten yang konsisten untuk memastikan konten terstruktur, bernilai, dan menjangkau audiens dengan efektif, termasuk aspek SEO dengan internal linking.
Baca Juga: Alasan Mengapa Content Creator Specialist Dibutuhkan dan Diincar Perusahaan di Indonesia
Perhatikan Hal Ini Dalam Menyusun Content Pillar
Dalam menyusun cotent pillar, ada sejumlah hal-hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Tujuan dan Nilai Merek: Pastikan pilar konten mencerminkan identitas, nilai, dan tujuan utama bisnis Perusahaan agar pesan konsisten dan kredibel.
- Target Audiens: Kenali siapa audiens yang dituju (demografi, masalah, aspirasi) agar konten relevan dan benar-benar menjawab kebutuhan mereka.
- Riset Kata Kunci: Lakukan riset untuk menemukan head term (topik luas) dan core topic yang sering dicari audiens, ini krusial untuk visibilitas SEO.
- Struktur Topik yang Jelas: Tentukan 3-5 topik utama (pilar) yang relevan dengan bisnis, lalu pecah menjadi subtopik yang lebih spesifik dan saling terkait.
- Format dan Channel: Pilih format konten (artikel blog, video, infografis) dan saluran (medsos, email, website) yang paling efektif untuk audiens dan topik yang kamu buat.
- Konsistensi dan Jadwal: Susun content calendar agar konten diproduksi dan didistribusikan secara teratur, menjaga engagement audiens.
- Integrasi Internal Linking: Hubungkan pilar konten dengan subtopik (artikel pendukung) menggunakan tautan internal agar memperkuat struktur SEO.
- Analisis dan Adaptasi: Pantau performa konten dan siap untuk memperbarui atau menyesuaikan pilar jika ada perubahan minat audiens atau tren.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari saat Menyusun content pillar, yaitu:
- Terlalu banyak pillar. Ini bisa menyebabkan kehilangan fokus.
- Pillar terlalu umum, sehingga sulit dibedakan dengan pillar perusahaan lain.
- Tidak berbasis audiens, menyebabkan konten tidak relevan.
- Tidak dievaluasi. ketika content pillar tidak dievaluasi, maka kamu tidak tahu apakah “umpan” kamu lewat konten tersebut “dikunyah” oleh audiens atau tidak, dan bisa menyebabkan stagnan.
***
Artikel Terkait
Emak-Emak Blogger dari Gen X Disebut sebagai Awal Mula Menjamurnya Content Creator Saat Ini
6 Alasan Teknik Social Media Hook Perlu Dikuasai Content Creator atau Tim Marketing
Platform Parenting Tentang Anak Buka Lowongan Kerja: Head of Content Strategy & Development
Content Creator Wajib Melakukan Senam Tangan Ini Agar Terhindar dari Cedera Seperti Carpal Tunnel Syndrome!
Peluang Menjadi Indonesian Language Manager di Tik Tok Bagi yang Berpengalaman di Jurnalistik dan Pelokalan Konten
12 Skill atau Keterampilan Yang Wajib Dimiliki Seorang Content Creator Specialist!