Pejuangkantoran.com - Budaya hot take adalah kecenderungan orang untuk memberikan opini super cepat, super tegas, dan seringkali provokatif, un tanpa dasar atau pemikiran mendalam.
Budaya ini banyak kita jumpai di media sosial. Komentar-komentar pedas dan cenderung kasar pada suatu hal yang sedang “panas” sering terjadi. Umumya si pemberi komentar hanya ingin terdengar berbeda, berani, atau menarik perhatian.
Budaya ini dikenal di media sosial karena format media sosial yang terbatas mendorong simplifikasi. Ini didukung dengan algoritma yang lebih “menyukai” konten emosi dan ekstrem.
Apalagi bagi orang yang FOMO, telat komentar merasa akan tertinggal dari keriuhan digital.
Namun, budaya hot take ternyata juga bisa muncul di lingkungan kantor. Biasanya terkait dengan kinerja rekan kerja, tim lain, karyawan baru, jam kerja, kesalahan kecil yang dilakukan karyawan lain, rapat, gaya kerja, ide baru, atasan, atau suatu proyek yang gagal.
Biasanya, hot take di lingkungan kantor polanya adalah sebagai berikut:
- Menggunakan kata absolut: selalu, pasti, memang.
- Contoh: “Ah dia emang selalu telat, nggak usah ditunggu!”
- Menyerang orang, bukan proses.
- Contoh: “Kalau orang gemuk kayak dia, emang lelet nggak bisa gercep!”
- Disampaikan cepat dan emosional, bukan analitis.
- Contoh: Baru mendengar atau memabca satu kalimat: “Maaf, laporannya belum bisa diserahkan sekarang!” langsung menuduh bahwa gara-gara laporan telat, pasti ditegur klien. Padahal bisa jadi deadline bukan saat itu dan ada hal penundaan dari klien.
Baca Juga: Waspadai Budaya Hot Take atau Asal Komentar di Kantor. Berikut 10 Contoh yang Bisa Kamu Kenali!
Cara Menghadapi Hot Take di Kantor
Ketika kamu menjumpai ada hot take di kantor, hadapi secara profesional, tenang, dan efektif—tanpa mempermalukan pihak lain atau memperkeruh suasana.
- Jangan Melawan Emosi dengan Emosi
Hot take hampir selalu disampaikan dengan nada yakin dan emosional. Prinsipnya, turunkan suhu, hindari respon dengan suara meninggi.
Contoh respons:
“Menarik. Boleh kita lihat dulu datanya sebelum simpulkan?”
- Pindahkan dari Opini ke Fakta
Hot take hidup dari opini cepat, maka geser diskusi ke fakta, proses, dan data.
Contoh: “Itu pandangan yang kuat. Data apa yang kita pakai?”
Artikel Terkait
Sebagai Karyawan Baru Lakukan dan Hindari Hal-Hal Penting Berikut Ini
Cara Leader Mengelola Konflik di Tempat Kerja agar Lebih Berdampak buat Anggota Tim
4 Gaya Komunikasi yang Perlu Kamu Kenali agar Selalu Nyambung dan Kerja Sama Tim Makin Lancar
Tim Hebat Berawal dari Komunikasi yang Efektif, Ini 5 Cara untuk Meningkatkannya!
Hati-Hati, Ini 9 Tanda Rekan Kerja Diam-diam Ingin Merusak Reputasi Kamu di Tempat Kerja!
Bijaklah dalam Bermedia Sosial Agar Tak Menjebak Kamu Menjadi Judgemental! Ini Penjelasannya!