Jadi Kembaran Dodit Mulyanto di Film 'Sebelum Dijemput Nenek', Angga Yunanda Belajar Main Komedi

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Minggu, 18 Januari 2026 | 08:15 WIB
Dalam film "Sebelum Dijemput Nenek", Angga Yunanda berperan sebagai kembaran Dodit Mulyanto. (Instagram @sebelumdijemputnenek)
Dalam film "Sebelum Dijemput Nenek", Angga Yunanda berperan sebagai kembaran Dodit Mulyanto. (Instagram @sebelumdijemputnenek)

PejuangKantoran.com - Diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film Sebelum Dijemput Nenek menghadirkan perpaduan genre yang menarik, yaitu horor komedi.

Alur cerita film ini memadukan teror dari mitos lokal yang dipadukan komedi dari perilaku tokoh-tokohnya.

“Mengombinasikan kedua genre ini susah, maka dalam meramunya perlu teknik, perlu komunikasi. Tidak hanya dengan penulis dan kru tetapi juga semua pemain yang terlibat.

Baca Juga: Nih, Jalan Pintas menuju Dunia Akting: Online Casting Pemain Basket untuk Serial Sport Drama

"Bagaimana mereka merespons kejadian horor menjadi komedi dan sebaliknya, komedi menjadi horor. Momentum apa yang bisa dilakukan untuk itu bisa tercipta.

"Itu sebabnya sejak reading sampai syuting di lapangan, kita selalu berkomunikasi soal ini,” ujar Fajar, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Karakter tokoh bisa dibilang menjadi nadi yang membuat hidup film ini. Memasangkan Angga Yunanda dan komika Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar yang memiliki paras dan sifat yang berbeda sudah sangat mengocok perut.

Kekocakan semakin menjadi-jadi ketika mereka harus bekerja sama mencari tahu kenapa setelah meninggal, nenek Hestu dan Akbar kerap meneror mereka. Sang nenek bahkan akan mencabut nyawa salah satu dari mereka dalam satu minggu setelah meninggal.

Petualangan saudara kembar ini juga semakin menghibur dengan kehadiran dua teman mereka, Kotrek (Oki Rengga), Nissa (Wavi Zihan), dukun Ki Mangun (Nopek Novian) yang membantu mereka.

Meski tidak mudah meramu film dalam dua genre yang kontras, lewat film ini, Fajar Martha Santosa ingin menghadirkan film horor yang ringan dan bisa dinikmati semua kalangan. Apalagi, ceritanya terinspirasi dari pengalaman pribadinya semasa remaja.

Baca Juga: Netflix dan Kebijakan “No Brilliant Jerks”: Menolak Karyawan Toxic, Sekalipun Hebat Sekalipun

“Karakter-karakter di sini mengambil masa waktu sekolah dulu, masih SMP. Kalau lagi tertarik sama hantu, yang terjadi malah banyak kejadian tololnya, kejadian bodohnya.

"Nah, itu yang kita coba ciptakan ulang di film ini!” seru sutradara yang sebelumnya menyutradarai series Zona Merah ini.

Bagi para pemain, diajak bermain di film Sebelum Dijemput Nenek membuat mereka semangat karena sebelumnya pernah terlibat dalam film seperti ini. Namun, mereka juga harus banyak belajar.

“Pastinya, sangat berkesan. Ini pengalaman horor komedi pertama dan jadi kembaran. Aku bisa serius, bisa tegang, tapi juga harus lucu. Banyak yang DM, kok bisa dapat peran ini?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X