Pejuangkantoran.com – Bagi pelari, smartwatch atau sport watch bukan lagi sekadar aksesoris. Wearable gadget ini sudah menjadi salah satu alat pendukung performa lari.
Umumnya, orang akan memakai fitur pelacakan kebugaran seperti waktu, jarak tempuh, pace, dan heart rate. Ini data-data yang umumnya jadi patokan performance lari seseorang.
Namun, ternyata di sejumlah smartwatch, ada fitur-fitur pengukuran lain yang bisa digunakan untuk mengevaluasi performance lari pemakai. Fitur-fitur running metrics seperti Cadence, Ground Contact Time, Vertical Oscillation, dan Stride Length sangat penting untuk mengevaluasi performance lari.
Keempat metrik ini sangat relevan untuk efisiensi, pencegahan cedera, dan peningkatan performa, namun memang jarang dimanfaatkan secara optimal.
Beberapa brand sudah memiliki standar fitur ini, antara lain:
- Garmin (hampir semua seri Forerunner, Fenix, Enduro, Instict, MARQ);
- Apple Watch (seri terbaru, seperti Ultra dan Wtach S6 ke atas);
- Coros (model high-end seperti Vertix, Apex, dan Pace);
- Polar/Suunto.
Apa saja fungsi dan manfaat fitur running metrics pada smartwatch terssebut? Berikut penjelasannya:
Baca Juga: Fitur-Fitur Penting Smartwatch yang Jarang Dipakai dan Kurang Diketahui Pengguna!
- Cadence (Langkah per Menit)
Ini adalah jumlah langkah kaki per menit (steps per minute).
Manfaat bagi pelari
- Meningkatkan efisiensi lari: Cadence yang terlalu rendah sering berkorelasi dengan overstriding (langkah terlalu panjang).
- Mengurangi beban lutut dan pinggul: Menaikkan cadence 5–10% dapat menurunkan impact force pada sendi.
- Menjaga ritme stabil saat lelah: Saat fatigue, pelari cenderung memperpanjang langkah; cadence membantu mempertahankan teknik.
Contoh penggunaan
- Pelari rekreasional: target stabil, bukan mengejar angka “180”.
- Pelari usia matang: fokus pada cadence konsisten daripada kecepatan.
- Ground Contact Time (GCT)
Ini adalah lama waktu (dalam milidetik) kaki menyentuh tanah setiap langkah.
Manfaat bagi pelari
- Indikator efisiensi biomekanik: GCT lebih pendek, maka energi horizontal lebih baik.
- Deteksi kelelahan dini: GCT cenderung meningkat saat tubuh mulai drop.
- Identifikasi asimetri kiri–kanan: Selisih GCT bisa mengindikasikan kompensasi cedera.
Contoh penggunaan
- Memantau apakah teknik memburuk di km terakhir.
- Bermanfaat bagi pelari yang sering mengalami nyeri lutut atau betis.
- Vertical Oscillation (VO)
Ini adalah gerakan naik-turun tubuh (dalam cm) setiap langkah.
Artikel Terkait
11 Pertimbangan Penting Dalam Memilih Sport Watch Yang Pas Buat Kamu
Wajib Kamu Ketahui 5 Zona Detak jantung Saat Olah Raga Agar Sehat dan Aman
Pentingnya Mengukur Resting Heart Rate Kamu, Alasan, dan Manfaat Mengetahuinya
Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!
5 Hal dari Smartwatch yang Harus Kamu Rawat Secara Rutin Agar Performanya Bisa Diandalkan!
Bahaya Menggunakan Sepatu Lari yang Sudah Tidak Layak Pakai. Berikut Ciri-ciri Sepatunya!