PejuangKantoran.com - Namanya saja Januari, yang sering dibilang singkatan dari “hujan sehari-hari”. Jadi jangan heran kalau beberapa minggu belakangan hampir tiap hari turun hujan.
Masalahnya, hujan gerimis tetapi kalau terjadi seharian bisa menyebabkan kemacetan dan banjir di Jakarta.
Namun untuk mengurangi kemacetan atau kesulitan mendapatkan transportasi saat terjadi banjir di Jakarta, sekarang kamu bisa mencoba izin untuk bekerja dari rumah pada atasan. Setidaknya, solusi inilah yang ditawarkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.
Baca Juga: Jenis SBN Ritel yang Ditawarkan Sepanjang 2026, Simak Jadwal Terbit dan Kenali Perbedaannya!
Ia mengimbau para pekerja dan karyawan untuk WFH, dan para siswa dan guru untuk belajar dari rumah saja jika terjadi banjir. Tetapi, imbauan ini hanya berlaku jika banjir terjadi di hari biasa dinilai cukup parah.
“Kalau memang akan terulang kembali dan mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan libur panjang sehingga tidak memerlukan Work From Home," tutur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Meski karyawan dan anak sekolah beraktivitas di rumah, Pramono menegaskan Pemprov DKI akan tetap berupaya mengantisipasi banjir di ibu kota dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Ia juga akan mengusahakan untuk memaksimalkan seluruh pompa milik Pemprov DKI. Menurutnya, inilah yang membuat banjir di Jakarta cepat suruh meski hampir sepanjang Pantai Utara Jawa masih kebanjiran.
Hanya saja, genangan banjir sudah pasti akan terjadi di Jakarta jika curah hujan rata-rata di atas 250 mm.
Gunakan transportasi umum
Baca Juga: 6 Film Indonesia Siap Temani Libur Lebaran di Bioskop, dari Na Willa sampai Danur the Last Chapter
Selain mengimbau para pekerja untuk WFH saat terjadi banjir di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta juga mendorong warga untuk beralih menggunakan transportasi umum untuk mengurangi potensi kemacetan saat hujan lebat.
Penggunaan kendaraan pribadi saat hujan sedang lebat-lebatnya hanya akan memperparah kepadatan lalu lintas. Sedangkan transportasi umum menurut Pramono cukup efektif mengurangi beban jalan secara signifikan.
“Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” ucap Pramono Anung, saat ditemui Kompas.com di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).
Pengguna jalan tidak perlu khawatir, karena sistem transportasi umum di Jakarta, dari LRT, MRT, Transjakarta, hingga Mikrotrans, saat ini sudah terintegrasi dengan cukup baik. Ia menyarankan warga untuk memanfaatkan transum untuk mendukung mobilitas sehari-hari.
Artikel Terkait
Perusahaan di China Ancam PHK Karyawan yang Belum Menikah atau Bercerai
Kanada Buka Peluang Kerja untuk WNI di Berbagai Sektor, dari Kesehatan hingga Teknologi
Indikator yang Bisa Kamu Pakai Untuk Mengetahui Apakah Bestie-an Kamu Beastie Atau Tidak
Lakukan 7 Langkah Profesional Berikut Ini Ketika Kamu Ingin Mengkritisi Praktik Wage Penalty di Kantor
Luar Biasa! Pebalap Rally Indonesia Jejelogy dan Shammie Berhasil Finish dan Naik Podium di Rally Dakar 2026!
Fitur-Fitur Penting Smartwatch yang Jarang Dipakai dan Kurang Diketahui Pengguna!
4 Running Metrics di Smartwatch yang Jarang Kamu Lihat Tapi Sangat Penting untuk Evaluasi Performance Lari