Berbagai Cedera Lutut dalam Olah Raga Lari, Penyebab, Tanda Awal, dan Cara Pencegahannya

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30 WIB
Cedera lutut adalah cedera yang paling sering terjadi pada olah raga lari. Kenali tanda awalnya, oenyebab, dan pencegahannya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Cedera lutut adalah cedera yang paling sering terjadi pada olah raga lari. Kenali tanda awalnya, oenyebab, dan pencegahannya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Salah satu cedera yang paling sering dialami oleh yang aktif dalam olah raga lari adalah cedera lutut. Menurut tulisan yang dimuat di pubmed.ncbl.nlm.nih.gov, cedera lutut adalah kejadian dengan prosentase terbesar, yaitu 28%, diikuti oleh pergelangan kaki (26%), dan tulang kering (16%).

Ini relate dengan sebuah studi yang mempelajari perbandingan beban lutut saat berjalan, berdiri, dan berlari (sciencedirect.com). Dalam studi tersebut, disebutkan bahwa lutut menerima beban yang sangat besar saat berlari, yaitu sebesar 1 hingga 8 kali berat badan.

Tekanan besar pada lutut ini terjadi berulang kali setiap langkah lari. Dan ketika ada kesalahan kecil dalam teknik atau latihan akan menjadi akumulasi yang serius dan menyebabkan cedera.

Berikut ini berbagai jenis cedera pada lutut yang sering terjadi pada pelari, penyebabnya, tanda awal, dan pencegahannya dari berbagai sumber:

1. Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS / Runner’s Knee)

Yang dirasakan:

  • Nyeri di depan lutut atau sekitar tempurung;
  • Terasa saat turun tangga, duduk lama, atau setelah lari;
  • Penyebab utama:
    • kelemahan quadriceps dan glute,
    • ketidaksejajaran tempurung lutut,
    • teknik lari tidak efisien.

2. Iliotibial Band Syndrome (ITBS)

Yang dirasakan:

  • Nyeri tajam di sisi luar lutut;
  • Muncul setelah jarak tertentu, memburuk jika diteruskan;
  • Umum pada lari jarak menengah–panjang;
  • Faktor pemicu:
    • glute lemah,
    • repetisi berlebih,
    • permukaan lari miring atau menurun.

Baca Juga: 5 Tips Latihan Aman Jelang Marathon, Biar Lari Sampai Finish Tanpa Cedera

3. Tendinopati patella (Jumper’s knee pada pelari)

Yang dirasakan:

  • Nyeri tepat di bawah tempurung lutut;
  • Terasa kaku di awal lari, agak membaik saat hangat, lalu nyeri kembali;
  • Dipicu oleh:
    • peningkatan volume mendadak,
    • lari menanjak berlebihan.

4. Cedera meniskus (degeneratif)

Yang dirasakan:

  • Nyeri di dalam lutut;
  • Kadang terasa “mengganjal” atau terkunci;
  • Lebih sering pada pelari usia matang;
  • Umumnya akibat akumulasi beban, bukan trauma tunggal.

5. Osteoartritis lutut (pada pelari jangka panjang)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: sciencedirect.com, Berbagai Sumber, Detik Health, pubmed.ncbl.nlm.nih.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X