Rukyat adalah metode observasi langsung hilal pada saat matahari terbenam menjelang awal bulan hijriah.
Prinsip pelaksanaan
- Dilakukan pada tanggal 29 bulan berjalan.
- Jika hilal terlihat, besok ditetapkan sebagai tanggal 1 bulan baru.
- Jika tidak terlihat, bulan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Di Indonesia, rukyat dilakukan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan ormas Islam, ahli falak, dan pengadilan agama di berbagai titik pantau.
Kelebihan
- Berbasis pengamatan faktual (empiris).
- Dianggap sesuai dengan praktik historis pada masa Nabi Muhammad SAW.
Keterbatasan
- Sangat tergantung kondisi cuaca.
- Bisa terjadi perbedaan hasil antarwilayah.
Baca Juga: Bagi Penderita GERD, Perhatikan 5 Poin Penting Berikut Ini Saat Berpuasa Ramadhan Supaya Aman
Dua metode ini dipakai di Indonesia dan negara-negara lain. Perbedaan metode inilah yang kadang menyebabkan perbedaan awal Ramadan atau Idulfitri di beberapa negara atau antarorganisasi, sebagaimana di Indonesia.
Pemerintah Indonesia sendiri menggunakan pendekatan kompromi antara hisan dan rukyat. Melelui Kementerian Agama, Indonesia menentukan bulan baru ini dengan menggunakan:
- Hisab sebagai prediksi awal,
- Rukyat sebagai verifikasi,
- Kriteria visibilitas (MABIMS).
***
Artikel Terkait
Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh saat Bulan Ramadhan
Penyebab Sakit Kepala Saat Kamu Menjalani Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya
Ini Waktu yang Tepat Untuk Minum Kopi Setelah Buka Puasa dan Alasan-Alasannya
Fanous Lentera Tradisional untuk Menyambut Ramadhan di Mesir yang Mendapat Tantangan Lentera dari China
Strategi Makan Buah Saat Sahur dan Buka Puasa Ramadhan untuk Mengelola Berat Badan Kamu
Sumber Karbohidrat yang Sehat Untuk Sahur dan Berbuka Puasa yang Bisa Membantu Menjaga Berat Badan