PejuangKantoran.com - Film animasi Indonesia Jumbo kembali mencetak prestasi membanggakan di kancah internasional.
Setelah sukses besar di dalam negeri, film ini ternyata juga mampu bertahan hingga 30 hari di bioskop Korea Selatan, sebuah pencapaian yang tidak mudah bagi film asing, apalagi dari Asia Tenggara.
Lalu, apa saja fakta menarik di balik keberhasilan ini?
1. Bertahan 30 Hari di Bioskop Korea Selatan
Film Jumbo masih tayang hingga hari ke-30 sejak dirilis di Korea Selatan. Meski jumlah layar dan penonton menurun, film ini tetap mampu mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan ketat industri film Korea.
2. Raih Lebih dari 52 Ribu Penonton
Selama satu bulan penayangan, Jumbo berhasil mengumpulkan sekitar 52.546 penonton. Angka ini terbilang signifikan untuk film animasi Indonesia di pasar internasional.
3. Sempat Masuk Box Office Harian Korea
Saat awal penayangan, Jumbo sempat mengejutkan dengan menembus peringkat 6–7 box office harian di Korea Selatan. Ini menjadi bukti bahwa film ini mampu menarik perhatian penonton lokal sejak awal rilis.
4. Bersaing dengan Film Global
Di daftar bulanan, Jumbo bahkan sempat masuk jajaran film terlaris dan bersaing dengan film animasi global besar seperti Zootopia 2. Ini menunjukkan daya saing film Indonesia di pasar internasional semakin kuat.
Baca Juga: Kreativitas Ternyata Bukan Cuma Milik Anak Muda, Begini Memaksimalkan Potensi sesuai Tahap Usia
5. Bukti Animasi Indonesia Semakin Diakui
Keberhasilan ini melanjutkan tren positif Jumbo yang sebelumnya sudah mencetak rekor di Indonesia sebagai film animasi terlaris. Kini, eksistensinya di Korea Selatan menjadi bukti bahwa karya lokal juga bisa diterima secara global.
Bertahannya Jumbo di bioskop Korea bukan hanya soal angka penonton, tapi juga soal pengakuan industri. Korea Selatan dikenal sebagai salah satu pasar film paling kompetitif di dunia, sehingga keberhasilan ini menjadi sinyal bahwa film Indonesia mulai mendapat tempat di panggung global.
Kesuksesan ini membuka peluang lebih luas bagi film Indonesia untuk masuk pasar internasional. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin semakin banyak karya lokal yang bisa bersaing di level global.
Artikel Terkait
Raih Standing Ovation di Sundance Film Festival, 'Para Perasuk' Siap Keliling di 6 Festival Film Internasional
3 Tips Agar Rumah Tetap Aman Sebelum Mudik Lebaran
Libur Lebaran 2026? Saatnya Mengejar Bunga Cherry Mekar di Korea!
Pariwisata Indonesia Terdampak Konflik di Timur Tengah, Manfaatkan Libur Lebaran dan Revenge Travel
Clift Sangra Rela Naikkan BB-nya 20 Kilogram Untuk Film 'Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa'
Main di Luar Comfort Zone, Ardit Erwandha Luapkan Emosi usai Syuting 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
7 Keajaiban Alam di Asia Tenggara Pilihan Conde Nast Traveler, Ada Raja Ampat dalam Daftar
Garap Film 'Ikatan Darah", Sidharta Tata Banyak Belajar Sistem Kerja Hollywood pada Iko Uwais
Veda Ega Pratama Berhasil Naik Podium di Moto3, Brasil. Berikut Fase-fase Race-nya!
5 Rekomendasi Film Bioskop Libur Lebaran 2026, Dari Horor hingga Drama Keluarga