PejuangKantoran.com - Ketika melakukan perjalanan jarak jauh dengan pesawat, banyak hal yang menjadi pertimbangan penumpang dalam memilih maskapai penerbangannya. Salah satunya, kuliner fine dining yang disediakan.
Qatar Airways, contohnya, menggandeng koki kenamaan berlabel bintang Michelin, Curtis Stone. Ia diminta merancang menu business class khusus untuk rute penerbangan Los Angeles menuju Doha.
Koki asal Australia yang kini menetap di Los Angeles ini memboyong gaya masakan dari restoran populernya di LA, Gwen Butcher Shop & Restaurant. Restorannya sendiri terkenal dengan teknik panggangan api terbuka (live-fire) dan pengolahan daging berstandar tinggi.
Baca Juga: Pengguna Claude Protes soal Watermark yang Ditetapkan Anthropic untuk Menandai Teks Buatan AI
Meski tidak mungkin ada proses memasak dengan api membara di ketinggian 30.000 kaki, racikan makanannya tetap terasa istimewa. Curtis membawa cita rasa khas pantai barat Amerika dan bahan-bahan musiman yang segar ke dalam kabin pesawat.
Kemewahan dan keakraban rasa
Lewat kolaborasi ini, penumpang business class bisa menikmati hidangan tiga babak (three-course menu). Beberapa sajian andalannya antara lain lobster cocktail dengan saus mayones kimchi, slow-cooked beef short ribs (iga sapi yang dimasak perlahan) yang disajikan bersama puré wortel dan gremolata, serta kue tart dulce de leche sebagai penutup.
"Visi saya untuk menu ini adalah menciptakan perpaduan sempurna antara kemewahan dan kenyamanan. Saya ingin para penumpang kelas bisnis Qatar Airways merasa dimanjakan sekaligus nyaman, menikmati makanan berkelas yang tetap berakar pada rasa yang sudah mereka kenal dan sukai," jelas Curtis, yang kerap muncul di acara MasterChef.
Baca Juga: Sutradara Naya Anindita Angkat Dinamika ART dari Perspektif Berbeda melalui Agensi Rumah Tangga
Kerja sama Qatar Airways dan Curtis Stone ini merupakan bagian dari program Signature Guest Chef Series milik Qatar Airways. Melalui program ini, Qatar Airways menggaet berbagai koki jempolan dari berbagai belahan dunia untuk merancang menu sesuai rute penerbangan masing-masing.
Selain Curtis Stone, ada juga koki asal Australia lainnya, Ross Lusted, yang memegang menu untuk penerbangan dari Australia. Lalu ada Vicky Lau untuk rute Hong Kong, Chef Ton untuk rute Thailand dan Singapura, hingga pakar kue Antonio Bachour yang menyajikan hidangan penutup dari Doha.
Hm... kalau hidangannya saja disiapkan oleh chef yang sudah terkenal seperti ini, terbang jarak jauh jadi nggak terasa lama. Bahkan mungkin, pengalaman kuliner itu sendiri yang ditunggu-tunggu.
Artikel Terkait
Godaan Paylater Saat Hendak Berlibur, Nikmatnya Jalan-Jalan Dulu, Bayar Belakangan, Awas Malah Boncos
Takut AI Merebut Pekerjaan? Ini 5 Skill yang Bikin Gen Z Tetap Dibutuhkan di Dunia Kerja
Kalau Ada Syarat 'Good Looking' dan Batas Umur Saat Cari Kerja, Bisa Lapor ke Kemnaker!
Mau Tinggal di New Zealand Dikelilingi Pegunungan dan Kuda? Ada Kesempatan Volunteer Ini
Capek Kerja Tapi Tetap Mau Olahraga? Coba Konsep Low Effort Workout untuk Pekerja Sibuk
Claude Mulai Pakai Watermark Tersembunyi untuk Menandai Tulisan yang Dibuat Pakai AI
Belajar Agile Working a la Spotify Bagi yang Sedang Merintis Start Up Baru!