Claude Mulai Pakai Watermark Tersembunyi untuk Menandai Tulisan yang Dibuat Pakai AI

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB
Claude sudah mulai menerapkan watermark untuk hasil tulisan yang dibuat.  (Anthropic)
Claude sudah mulai menerapkan watermark untuk hasil tulisan yang dibuat. (Anthropic)

PejuangKantoran.com - Gambar atau foto editan AI sering diberi watermark untuk menandai bahwa image tersebut merupakan hasil rekaan. Nah, bagaimana kalau sekarang teks buatan AI juga diberi watermark alias markah tinta?

Hal inilah yang dilakukan oleh Anthropic. Perusahaan di balik kecerdasan buatan Claude ini resmi memasang watermark pada setiap teks yang dihasilkan oleh modelnya. Langkah ini diambil setelah Anthropic menyepakati aturan transparansi konten AI di Uni Eropa.

Markah tinta ini bukan berupa logo atau tulisan yang terlihat di layar, melainkan kode khusus yang tersembunyi (invisible watermark). Bagi mata manusia, teksnya tetap terbaca normal, enak dipahami, dan tidak mengalami penurunan kualitas sama sekali. Namun, sistem komputer dan mesin pendeteksi bisa membaca jejak digital tersebut dengan sangat mudah.

Baca Juga: Capek Kerja Tapi Tetap Mau Olahraga? Coba Konsep Low Effort Workout untuk Pekerja Sibuk

Yang perlu kamu perhatikan, tanda air ini juga tidak langsung hilang saat kamu menyalin (copy-paste) teksnya ke dokumen lain. Bahkan meski kata-katanya sudah diedit atau diubah tipis-tipis, watermark tersebut tetap menempel.

Jejak digital ini baru benar-benar pudar kalau teksnya terlalu pendek atau jika teks tersebut dirombak total oleh manusia.

Cara kerja watermark Claude

Sistem ini bekerja otomatis langsung dari modelnya. Mau kamu mengakses lewat API, fitur coding, Google Cloud, AWS, maupun platform lainnya, teks keluarannya akan ditandai secara otomatis.

Bahkan jika kamu hanya memakai Claude untuk menerjemahkan dokumen, merapikan format, atau meringkas artikel tugas kantor, hasil akhirnya tetap akan diberi tanda air oleh Anthropic demi menjaga prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: Takut AI Merebut Pekerjaan? Ini 5 Skill yang Bikin Gen Z Tetap Dibutuhkan di Dunia Kerja

Rencana awalnya, fitur ini berlaku di wilayah Uni Eropa mulai 2 Agustus. Tapi, Anthropic berniat memperluas sistem watermark ini secara global. Mereka juga sedang menyiapkan alat khusus agar masyarakat umum bisa mendeteksi tanda tersebut.

Gimana kalau ketahuan pakai AI?

Hadirnya watermark di Claude ini bikin kita bertanya-tanya: sebenarnya orang-orang peduli nggak sih, kalau tulisan mereka ketahuan buatan AI?

Di satu sisi, transparansi ini bagus biar konsumen nggak terkecoh oleh artikel buatan bot. Perusahaan AI juga terbantu karena internet tidak dibanjiri teks buatan mesin yang nantinya malah dipakai buat melatih AI generasi baru.

Ddi sisi lain, penggunaan AI untuk sekadar merapikan email atau naskah untuk keperluan pekerjaan sudah makin lumrah. Aplikasi seperti Gmail bahkan dikabarkan mulai dilirik oleh layanan pendeteksi AI.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: GSM Arena, Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X