Panduan 11 Jenis Sepatu Formal Yang Sesuai Dengan Profesi dan Lingkungan Kerja Bagi First Jobber

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 31 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Meskipun bukan aturan yang kaku, namun jenis sepatu formal sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerja/profesi dan lingkungan kerja. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Meskipun bukan aturan yang kaku, namun jenis sepatu formal sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerja/profesi dan lingkungan kerja. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Bagi first jobber, salah satu yang kadang bikin deg-degan ketika mau masuk di hari pertama adalah soal pakaian, jangan sampai “saltum” alias “salah kostum”.

Ada sejumlah kantor yang memang sejak awal sudah menentukan “dress code” dalam bekerja. Selain seragam, banyak juga yang tidak memakai seragam tapi ada semacam “kepantasan” dalam mengenakan pakaian, dari ujung kaki ke ujung rambut.

Salah satu yang sebenarnya cukup sering membuat kamu saltum tapi sering terlewat dari perhatian adalah sepatu.

Meskipun dress code ini bukan hal yang kaku, namun sebenarnya ada semacam kepantasan atas kesuaian jenis sepatu dengan bidang-bidang profesi tertentu yang bersifat formal.

Indeed, misalnya, menekankan bahwa definisi business casual dapat berbeda menurut perusahaan, industri, dan level karier. Saat ini banyak perusahaan/organisasi lebih fleksibel dalam menentukan alas kaki, yang penting bukan sandal dan boleh mengenakan sneakers asal warnanya hitam.

Untuk sepatu formal kerja, sebaiknya kita tidak hanya membedakan berdasarkan model, tetapi juga berdasarkan tingkat formalitas, karakter profesi, lingkungan kerja, dan frekuensi berinteraksi dengan klien/nasabah.

Baca Juga: 4 Check List Memilih Sepatu High Heels yang Nyaman untuk Ke Kantor, tanpa Mengabaikan Modelnya

Secara umum, literatur menswear,  seperti yang ditulis oleh www.ambrogioshoes.com, membedakan sepatu formal pria terutama berdasarkan konstruksi dan sistem penutupnya: Oxford, Derby, Monk Strap, Loafer, dengan Brogue/Wingtip sebagai variasi dekorasi, bukan selalu kategori konstruksi yang berdiri sendiri. Oxford umumnya paling formal, sedangkan Derby dan Loafer lebih fleksibel.

Berikut ini panduan simpelnya:

  1. Cap-Toe Oxford

Formalitas dan karakter: sangat formal, konservatif, dan terlihat profesional.

Kecocokan profesi/lingkungan kerja: bankir, lawyer, eksekutif, diplomat, pejabat, auditor, konsultan.

  1. Plain-Toe Oxford

Formalitas dan karakter: sangat formal, minimalis, elegan.

Kecocokan profesi/lingkungan kerja: eksekutif, lawyer, konsultan, korporat.

  1. Wholecut Oxford

Formalitas dan karakter: sangat formal, sangat bersih, sophisticated.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Indeed, www.ambrogioshoes.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X