Punya Lawan Main yang Tulus, Adhisty Zara Kesulitan Menahan Emosi di Film 'Rumah Singgah'

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Senin, 24 Agustus 2026 | 21:53 WIB
Salah satu yang disyukuri Zara Adhisty saar berperan di film "Rumah Singgih" adalah kesempatan bertemu lawan main yang tulus. (Instagram @zaraadhsty)
Salah satu yang disyukuri Zara Adhisty saar berperan di film "Rumah Singgih" adalah kesempatan bertemu lawan main yang tulus. (Instagram @zaraadhsty)

PejuangKantoran.com - Mendengar vonis penyakit mematikan tentu menjadi kenyataan pahit yang sangat sulit diterima, apalagi untuk terus melanjutkan hidup. Film Rumah Singgah mencoba menghadirkan sudut pandang yang berbeda dari realita yang tidak menyenangkan seperti itu.

Karla (Adhisty Zara), seorang atlet lari, harus menerima kenyataan bahwa dirinya mengidap osteosarkoma, penyakit kanker tulang yang ganas. Di tengah kenyataan yang mengubah hidupnya, Karla tiba di sebuah rumah singgah yang dipimpin oleh Bu Andin (Dewi Irawan).

Ia lalu berkenalan dengan para penghuni rumah singgah yang juga mengidap kanker, yaitu Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti). Mereka akhirnya menjadi teman-teman baru Karla, ditambah Mang Didu (Aming), sang penjaga rumah singgah.

Baca Juga: Ernest Prakasa Sempat Ragu Adegan Wall of Death di Film Operasi Pesta Copet Bisa Diwujudkan

Mereka menjadi pendorong semangat Karla dalam menjalani masa-masa sulitnya, sehingga ia menemukan tujuan baru dalam hidupnya. 

Memerankan Karla yang mengalami pergolakan batin dan emosi yang berat, Zara malah merasa mendapat banyak pelajaran hidup. Salah satunya adalah mensyukuri apa pun yang ia terima. Ia juga belajar untuk tidak pernah berhenti belajar ikhlas.

“Karakter Karla ngajarin aku banyak sekali, terutama tentang bersyukur. Hidup itu sudah ada jalannya. Yang bisa kita lakukan adalah terus berusaha menerima apa yang mungkin susah.

"Tapi kemudian fılm ini juga mengajarkan kalau kita bersama orang yang tepat, harapan itu pasti akan selalu ada,” ucap Zara, saat gala premiere Rumah Singgah di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Satu hal yang ia syukuri dalam keterlibatannya di film yang disutradarai Dyan Sunu Prastowo ini adalah lawan main yang tulus dan berhati lembut. Dua hal ini sangat membantunya untuk larut dalam perannya sebagai Karla.

“Aku sangat bersyukur ketemu sama cast-cast yang semuanya punya hati yang lembut dan punya semangat yang sama. Kita nggak perlu repot-repot nyamain chemistry seperti harus gimana, ya?

Baca Juga: Cek Pusat Konsentrasi Massa saat Demo 27 Agustus Nanti, Berikut Jalur Alternatif yang Bisa Ditempuh

"Dari reading pertama saja, sudah terasa kalau semuanya tulus buat film ini. Kita selalu berpegangan tangan, berdoa sebelum take adegan yang emosional!” ujar aktris yang kini tengah mengandung anak pertamanya itu.

Namun, bonding kuat di antara pemain ini kadang membuat dirinya menjadi over emosional. Hasilnya, banyak adegan yang seharusnya tidak memerlukan ekspresi sedih atau menangis, dirinya terlanjur terbawa emosi dan menangis.

“Semuanya more! Hampir di semua adegan lebih sedih dari apa yang kita latih di sesi reading. Nggak ada yang sesuai takaran kita. Sebenarnya, Pak Sunu tidak pernah memaksa kita kapan air mata harus keluar.

"Tapi karena dikasih kebebasan kapan kamu benar-benar merasakan, kita yang action sendiri (menangis) untuk adegan-adegan yang berat. Kebebasan ini bikin kita mau kasih yang lebih dan ujung-ujungnya emosinya tumpah-tumpah. Air mata tidak bisa berhenti!” tukasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lore Chasing: Tren Liburan Spontan di Tahun 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:15 WIB
X