PejuangKantoran.com - Satu lagi film Indonesia yang terpilih untuk tayang dalam format IMAX (Image Maximum), yaitu film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Setelah selesai syuting dan memasuki tahap post production, produser dari Paragon Pictures, Robert Ronny, bertemu pihak IMAX yang sedang mencari cerita-cerita dari Indonesia untuk digarap sebagai tayangan IMAX.
Pihak IMAX sebenarnya menghubungi beberapa production house, bukan cuma Paragon. Ketika dihubungi, Paragon menyodorkan konsep Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Ternyata film ini dinilai sesuai untuk diputar di IMAX.
Baca Juga: Jerome Kurnia Jadi Pastor Lagi dalam 'Kuasa Gelap: Perjanjian Darah' yang Mengangkat Tema Pesugihan
"Buat aku (sebagai aktor), ya puji Tuhan. Walau sebenarnya kalau dari segi pengambilan gambar selama syuting, visual dan segala macam detailnya itu sebenarnya tidak heran juga kenapa film ini pas untuk diputar di IMAX," terang Lukman Sardi, saat ditemui di Studio Jakarta Kramat, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini kembali menghadirkan pengalaman eksorsisme Romo Rendra (Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia). Kali ini, mereka harus melawan iblis kuat Rephaim yang ancamannya berdampak lebih luas.
Pada saat syuting, baik Lukman maupun pemain yang lain belum tahu bahwa film ini akan dioptimalkan untuk tayang di layar IMAX. Namun ketika menjalani syuting, Jerome mengaku takjub akan metode penyutradaraan Rizal Mantovani di film.
Jerome mengaku tumbuh besar dengan kerap mendengar nama Rizal Mantovani. Ia mendengar bagaimana Rizal adalah sutradara yang mengubah cara pengambilan gambar film horor. Ternyata, hal itu memang ia rasakan sendiri saat syuting Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
"Banyak sekali teknik yang dia lakukan yang belum pernah aku lihat sebelumnya, dan itu keren banget! Mulai dari hal-hal yang ada di background, pergerakan kamera, sampai cara-cara pengambilan gambar dia sendiri.
"Menurut aku, Mas Rizal orangnya sangat visual. Makanya, di film ini kita bisa melihat banyak sekali shot-shot yang menurut aku keren dan indah. Mungkin itu salah satu alasan kenapa kita dipercaya oleh IMAX,” seru aktor kelahiran Jakarta, 32 tahun lalu ini.
Baca Juga: Film 'Bisikan Desa Gringsing' Menggunakan Virtual Production untuk Menggantikan Green Screen
Untuk kali pertama dalam kariernya di film, Jerome juga bertindak sebagai produser eksekutif. Ia mengaku tidak terjun langsung layaknya tanggung jawab seorang produser eksekutif.
Selain Jerome, ada sejumlah nama lain yang juga bertindak sebagai produser eksekutif di film ini, di antaranya Acha Septriasa, Vicky G. Saputra, dan Nelson Mok.
"Kontribusi aku di sini lebih banyak memberi masukan, mengikuti mereka yang sudah lebih sering menjalankan (peran produser) seperti Robert Ronny.
"Aku di sini untuk belajar dan bukan mentang-mentang seorang produser eksekutif, langsung oh mau ini, mau ini, mau ini. Tidak begitu. Dari segi umur, aku bisa kasih perspektif atau sisi pandang anak muda seperti aku,” pungkas vokalis band bernama Rice Cooker ini.
Artikel Terkait
Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun, Ini Jejak Karier dan Filmografinya
Jangan Asal Pakai, Ini Arti 7 Simbol di Kotak Bekal Makan Siang Kamu
Beasiswa S2 dan S3 untuk Perempuan, Tawarkan Dana hingga Rp446 Juta
Timeline Uang Indonesia Dari 1945 sampai Sekarang. Uang Indonesia Pernah Digunting. Literally!
Indonesia Siapkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Unggul Diaspora, Ini Syaratnya
3 Prinsip agar Meeting Jadi Lebih Terarah dan Tidak Membuang Waktu: Goals, Rules, dan Soul
Back to Work, Back to Fit: Kenapa Tubuh Perlu Adaptasi Setelah Long Weekend?
Daftar 15 Pekerjaan Unik dengan Gaji yang Ada di Dunia Saat Ini! Ada Yang Dibayar Untuk Tidur!