Baca Juga: Tak Cuma Perkara Murah, Thrifting Juga Mendorong Slow Fashion yang Lebih Berkelanjutan
Klamby berusaha mengikuti apa yang disukai pelanggan, sehingga program dari Lazada ini dirasanya sangat sejalan dengan visi labelnya.
“Buat apa kita launching produk yang Cuma buat idealisme brand, tetapi customer tidak pakai? Dulu memang mungkin, tetapi Klamby sampai pada titik, ‘Ini keren buat kita, tetapi ternyata tidak keren buat customer’,” ujar Rizki.
Nah, kalau kenyataannya sekarang ada yang menurut Klamby tidak keren tetapi customer lebih menyukai hal itu, tentu brand ini akan berpihak pada keinginan pelanggan.
“Sekarang point-nya justru apa yang pelanggan inginkan, kita perhatikan sekali!” pungkas Rizki. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Resep Menu Sahur dan Berbuka Puasa Dory Lemon Butter ala Putri Habibie
Gagal Tempuh Jalan Damai, AG Dijerat dengan Pasal Berlapis. Berapa Ancaman Hukuman Maksimalnya?
“I Will Hunt You Down!” Tegas Ayah David ke Para Pelaku Penganiayaan
Yang Punya Pengalaman Supervisor di Hypermarket, Ada Lowongan di AEON Store Jakarta Garden City Nih!
2 Tugas Jokowi untuk Erick Thohir Usai Pertemuan dengan Presiden FIFA di Doha
8 Kompetensi yang Disukai HRD dari Calon Karyawan: Siapin Dulu Yuk!