Dikembangkan dengan dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, JAFF Market berupaya meningkatkan kehadiran film Indonesia di dunia internasional.
“Inisiatif JAFF akan memfasilitasi akses yang lebih mudah bagi komunitas internasional,” kata Direktur Film, Musik dan Media Kemendikbudristek Ahmad Mahendra.
Baca Juga: Dewan Pers dan Komunitas Pers Tolak Tegas Draf RUU Penyiaran dari DPR: Menggembosi Kebebasan Pers
Industri layar lebar di Indonesia, dengan dampak ekonomi yang menghasilkan lebih dari $8 triliun dan mempekerjakan 387.000 orang, berdasarkan data yang disediakan oleh JAFF, siap untuk tumbuh lebih lanjut.
Berbagai program JAFF Market –termasuk project market yang dipimpin oleh produser Meiske Taurisia– bertujuan untuk membantu pembuat film baru terhubung dengan profesional industri untuk mengembangkan proyek berkualitas tinggi.
Meiske pernah terlibat dalam penyelenggaraan LOCK Full Circle Lab, bersama Yulia Evina Bhara, Muhammad Zaidy, dan Vivian Idris.
Baca Juga: Laba Tahunan Naik 71%, Segini Bonus yang Diterima Karyawan Emirates Group untuk Gaji Mei 2024
Sutradara Angga Dwimas Sasongko, yang merupakan CEO Visinema Group, dan CEO Falcon Pictures H.B. Naveen, sama-sama menekankan potensi JAFF Market untuk menjadi pusat industri film Indonesia.
“Sudah sepatutnya Indonesia menunjukkan kekuatan industrinya,” kata Naveen.
JAFF akan berlangsung pada 30 November hingga 7 Desember 2024, sedangkan JAFF Market akan digelar pada 3-5 Desember di Jogja Expo Center di Yogyakarta.