PejuangKantoran.com - Emirates Group dan anak perusahaannya, Dubai National Air Travel Agency, atau dnata, mencatat kinerja keuangan terbaiknya di tengah krisis yang terjadi di seluruh sektor.
Senin (13/5/2024) lalu, Emirates Group melaporkan peningkatan laba tahunan sebesar 71%, naik sebesar 63% dari tahun ke tahun.
Keuntungan yang berhasil diraup adalah sekitar $5 miliar, di mana 4,7 miliar di antaranya berasal dari maskapai Emirates saja.
Baca Juga: Bukan Hal Baru, tapi Mengapa Perusahaan Memberi Kenaikan Jabatan tanpa Kenaikan Gaji?
Perusahaan yang didirikan oleh Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum tahun 1985 ini memiliki kekayaan yang melimpah, sehingga para pekerja mendapatkan keuntungan dari era keemasan tersebut.
Dilaporkan bahwa karyawan akan menerima bonus senilai 5 bulan (atau 20 minggu) dari gaji mereka, menurut email internal yang diperoleh Reuters. Bonus ini pertama-tama akan tercermin dalam gaji bulan Mei 2024.
Tahun lalu, staf menerima bonus yang sedikit lebih besar senilai gaji 24 minggu. Sejak itu, tenaga kerja perusahaan bertambah menjadi total 112.406 karyawan, atau 10%.
“Prospek bisnisnya positif, dan kami memperkirakan permintaan pelanggan terhadap transportasi udara dan perjalanan akan tetap kuat dalam beberapa bulan mendatang,” kata Sheikh Ahmed, yang juga CEO Emirates.
Meskipun begitu, Sheikh Ahmed menambahkan bahwa Emirates Group tetap akan mewaspadai kemungkinan hambatan termasuk harga minyak, fluktuasi mata uang, dan gejolak di lingkungan kerja yang disebabkan oleh perubahan sosial-politik.
Namun setelah dua tahun mencapai rekor pribadi baru, maskapai ini memproyeksikan bahwa masa depan Emirates akan cemerlang.
Baca Juga: 10 Negara dengan Militer Paling Kuat di Asia, Indonesia di Urutan Berapa?
“Model bisnis kami telah teruji sebelumnya, dan saya yakin dengan ketahanan dan kemampuan kami merespons peluang dan tantangan dengan cepat,” ujarnya.
Emirates menjadi salah satu maskapai penerbangan mampu keluar dari badai krisis di dunia penerbangan yang terjadi di awal pandemi Covid-19.
Dalam siaran persnya, Emirates menyatakan bahwa keuntungan yang diperoleh selama beberapa tahun terakhir melebihi kerugian akibat pandemi. Kapasitas maskapai disebut juga meningkat sebesar 20%.
CEO Emirates mengatakan bahwa tahun 2023 adalah tahun yang ditandai dengan permintaan tinggi terhadap transportasi udara, yang sejalan dengan laporan peningkatan yang lebih besar.
Artikel Terkait
7 Pekerjaan Bergaji Tinggi untuk Kamu yang Punya Skill Berpikir Analitis dan Suka Membaca Data
Beda Analytical Thinking dan Critical Thinking, Dua Skill yang Dibutuhkan untuk Mengambil Keputusan
Perkuat Relasi dengan Promedia Teknologi, Bank Jateng Bahas Berbagai Kerjasama Ke Depannya
Alasan Kelas Rawat Inap 1, 2, 3 BPJS Kesehatan Dihapus dan Digantikan Layanan KRIS
Kriteria Layanan Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS yang Harus Dipenuhi RS Mitra BPJS Kesehatan
Ditanya Soal Gaya Kepemimpinan, Prabowo Janji Akan Buat Rakyat Indonesia Sejahtera
Band Metal Berhijab "Voice of Baceprot" Masuk 10 Besar Forbes 30 Under 30 Asia Tahun 2024