senggang

Mengapa Satine Zaneta Bilang Sutradara 'Penjagal Iblis: Dosa Turunan' Kurang Suka Suaranya?

Jumat, 21 Maret 2025 | 13:13 WIB
Satine Zaneta (tengah) bersama para pemain Penjagal Iblis: Dosa Turunan, yaitu Niken Anjani (kiri) dan Naomi Hitanayri Christy (kanan). (Instagram @satinezaneta)

PejuangKantoran.com - Dipercaya sebagai pemeran utama yang jago menebas dan membasmi mahluk astral di film terbarunya, Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Satine Zaneta mengakui banyak sekali yang harus disiapkan.

Pertama, untuk menjadi Ningrum, tokoh yang ia perankan, posturnya harus terlihat lebih lean dan berotot. Ia juga dituntut untuk bisa menguasai adegan laga.

Mau tidak mau, anak sulung aktor Abimana Aryasatya ini harus menjalankan latihan fisik intens selama tiga bulan.

Baca Juga: VOA Indonesia Berhenti Beroperasi, Patsy Widakuswara dan Jurnalis Lain Terancam Kehilangan Pekerjaan

“Aku belum pernah melakukan koreo yang begitu kompleksnya di sebuah film. Betul, tiga bulan isinya tiga hari ngegym, dua hari latihan koreo setiap minggu.

“Buat anak sekecil ini berkelahi dengan jadwal yang begitu luar biasa, it was a bit much at that point!” seru Satine, saat konferensi pers Penjagal Iblis: Dosa Turunan di Senayan City XXI, Selasa (18/3/2025).

Untunglah ia punya ayah yang sudah berpengalaman dalam film, sehingga ia pun banyak berkonsultasi mengenai latihan fisik dan koreografi adegan laga yang membuatnya kewalahan itu.

“Aku konsul sama ayah. Bagaimana pun, dia sudah lebih duluan di dunia action. Bisa dibilang ‘bak bik buk’ adalah nama tengahnya ya. Dan dia lumayan kritis untuk urusan action.

“Menurutnya, action bukan sekadar keren-kerenan atau koreo-nya bagus. Safety first! Tidak hanya safety sendiri tetapi juga dengan orang-orang sekitar. Jangan egois sendiri.

“Dia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan detail gerakan!” jelas aktris yang mengaku bahwa kepribadiannya “plek ketiplek” dengan sang ayah.

Baca Juga: BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H Penuhi Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri bagi Karyawan dan Nasabah

Sebagai penjagal iblis, koreografi yang harus Satine hafalkan tidak hanya gerakan tubuh tetapi juga bagaimana menggerakkan pedang yang dirancang tim produksi secara khusus untuk menjadi senjatanya.

“Latihan awalnya menggunakan pedang yang terbuat dari busa. Pas syuting, properti pedang menjadi agak keras karena aku juga harus merasakan seberapa panjang dan beratnya.

“Modelnya sudah dibuat semirip mungkin seperti pedang asli agar aku bisa lebih mendalami karakter,” tutur aktris kelahiran 6 September 2002 ini.

Tidak hanya latihan fisik yang intens, Satine harus benar-benar menjaga pola makannya secara disiplin. Ia hanya mengonsumsi sayur, kentang, dan dada ayam, dan harus melupakan nasi untuk sementara waktu.

Halaman:

Tags

Terkini