Untuk membangun tensi misteri, Ginanti Rona dibantu oleh editor Wawan Suwanto yang melakukan treatment khusus dalam menjahit cerita.
Penyuntingan film ini fungsinya mengatur agar alur cerita dapat dinikmati penonton. Pada proses ini, Wawan mengatur posisi jumpscare-nya. Kapan dan bagaimana harus masuk, dan harus membangun kesan mengejutkan.
"Saya pakai tempo ke-6 untuk jumpscare-nya di film ini. Rata-rata film Indonesia akan mengejutkan penonton di tempo ke-3. Pas kejutan ke-3, hantunya muncul.
"Saya coba tipu. Pas kejutan ke-3 tidak ada apa-apanya. Baru pas ke-6, deeer! Penonton terhentak!” terang editor peraih 4 Piala Citra ini.