PejuangKantoran.com - Kita semua pasti pernah ada di situasi ini: lagi meeting atau diskusi santai, tapi ada satu orang yang terus-menerus bicara dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk ikut ngomong.
Rasanya ingin memotong pembicaraan orang tersebut, tapi kok rasanya susah sekali ya? Lagipula, kita malah jadi khawatir dianggap tidak sopan karena menyela orang yang sedang berbicara.
Padahal, menurut Jessica Chen, pakar komunikasi global dan penulis buku Smart, Not Loud: How to Get Noticed at Work for All the Right Reasons, menyela bukan berarti kita tidak sopan.
Baca Juga: Digital Channel BRI Dinilai yang Terbaik Versi Bank Service Excellence Monitor 2025
Jika kita memang perlu meluruskan apa yang baru saja disampaikan, atau menyampaikan pendapat kita, segera sampaikan agar tidak keburu melebar ke mana-mana. Namun, kamu harus tahu caranya.
Menurut Jessica, ada tiga langkah untuk memotong pembicaraan orang secara sopan, agar kita tetap dihargai orang lain. Begini caranya:
1. Ubah cara pandang
Langkah pertama adalah mengubah cara kita melihat tindakan menyela. Jangan langsung berpikir itu hal buruk. Justru, dalam percakapan yang sehat, semua orang berhak bersuara. Jadi kalau kamu punya ide atau informasi penting, wajar banget kalau ingin menyampaikannya.
2. Mulai dengan memanggil namanya
Begitu ada celah untuk bicara, langsung panggil nama orang yang sedang bicara. Penelitian menunjukkan bahwa otak manusia otomatis merespons saat mendengar namanya disebut.
Baca Juga: Akankah Paus Leo XIV Sang Penggemar White Sox Menjadikan Olahraga sebagai Pesan Perdamaian?
Ini bisa jadi sinyal sopan bahwa kamu ingin ikut bicara. Misalnya, “Maya, aku mau menambahkan sedikit soal tadi…”
Pastikan nada suara kamu tetap sopan, tapi tegas. Dengan begitu, kamu tampil percaya diri tanpa harus terkesan menyerang.
3. Akui pendapatnya, lalu alihkan pembicaraan
Setelah menyebut nama, kamu bisa menyambung pembicaraan dengan cara yang kolaboratif. Misalnya dengan kalimat seperti:
Artikel Terkait
Harapan buat Atasan, Kalau Mau Karyawan Andalan Merasa Dihargai dan Nggak Melirik Perusahaan Lain
Investasikan Emas Dengan Strategi yang Jitu Sebagaimana Yang Dilakukan Warren Buffett dan Ray Dalio
Dari Kaki Gunung Ciremai, Kelompok Wanita Tani Binaan BRI Berhasil Membuat Penganan Ubi Jalar Naik Kelas
Kebanyakan Duduk? Hati-hati Dead Butt Syndrome!
Siapa yang Berisiko Dead Butt Syndrome dan Cara Mengatasinya
Heel Striking atau Gaya Berlari Dengan Tumit Tidak Salah. Berikut Kata Pakarnya!
Questioning Assumption atau Mempertanyakan Asumsi Penting Bagi Dunia Bisnis. Mengapa?