Sedangkan Arwin mengaku sama sekali tidak mempermasalahkan soal kerja tandem ini.
“Di sini sama sekali tidak ada masalah dalam pembagian tugas antara saya dengan Rabi (panggilan Rahabi Mandra). Kita hanya menyatukan visi saja di awal. Habis itu, ya sudah, kita go dengan gaya masing-masing!” serunya.
Diberi tanggung jawab untuk menggarap unsur drama di film, Arwin mengangkat dinamika hubungan Agus dengan ayahnya yang menurutnya akan bisa menyentuh hati penonton.
“Yang menarik di sini adalah hubungan antara bapak dan anak yang hadir dengan latar belakang perang dan periodik!”
Baca Juga: Pakaian ke Kantor Sudah Lebih Beragam, Haruskah Pentingkan Gaya daripada Profesionalitas?
Masuk dalam kategori film bergenre laga perang, film Believe - Takdir, Mimpi, Keberanian akhirnya terpilih untuk ikut dipromosikan di booth DKI Jakarta - Indonesia, Marche du Films Cannes 2025. Di luar dugaan, respons terhadap film ini cukup bagus.
“Iya, Believe terpilih dari 12 film yang dipromosikan. Secara market, film ini dianggap mampu mengglobal. Terbukti dengan beberapa sales agent datang, menonton trailer dan tertarik.
"Ada dua atau tiga pihak yang serius untuk distribusi ke pasar Eropa dan Amerika Serikat. Ini penting karena sekarang dalam membuat film, kita tidak hanya melihat pasar lokal saja, tetapi apa yang bisa kita sebarkan ke luar. Tidak dalam OTT, tetapi juga untuk sinema di luar (bioskop luar negeri),” tutup Celerina.