senggang

Dirty Latte Menu Kopi yang Sedang Tren yang Awalnya Dibuat Karena Keluhan Pelanggan

Selasa, 18 November 2025 | 13:02 WIB
Dirty latte atau dirty coffee, menu yang ditemukan karena ada keluhan pelanggan sebuah kedai kopi di Tokyo. (Rawpixel.com on Freepik)

Tuangan espresso panas ke atas susu dingin dan tanpa diaduk ini menciptakan efek “stain” atau noda espresso di atas susu. Noda inilah yang kemudian menjadikan menu ini dijuluki dengan nama “dirty” karena tampilannya seperti “kotor”.

Katsuyuki melakukan banyak eksperimen agar bisa menemukan paduan yang pas untuk menunya ini. Ia memperhitungkan banyak variabel teknis, seperti rasio seduhan, waktu seduh, suhu, ukuran gilingan kopi, tekanan tamp, dan lain-lain.

Ide nama Dirty (tanpa embel-embel latte), menurut pengakuan Katsuyuki karena ia memakai espresso yang kental seperti sirup. Dan inilah yang membuat ciri dirty latte yang berupa lingkaran espresso di tengah-tengah segelas susu dingin.

Pelanggan pertama yang mencoba Dirty-nya Katsuyuki ini adalah seorang wartawan dari The New York Times yang berkunjung ke kedai kopinya. Setahun kemudian, wartawan ini kembali ke kedai kopinya lagi dan meyampaikan bahwa ia belum pernah menemukan menu yang sama di tempat lain.

Baca Juga: Manfaat Minum Teh Setiap Hari, Tak Hanya Menenangkan tapi Baik untuk Kesehatan

“Dan ini mendorong saya untuk meneruskan membuat menu ini,” ujar Katsuyuki kepada Baristamagaazine.com.

Setelah itu, dirty coffee (sitilah awalnya) berkembang di Jepang dan mejyebar ke negara-negara Asia seperti Korea Selatan dan China. Tren ini kemudian juga menyebar ke keda-kedai kopi sepsialiti di Paris, Berlin, dan New York.

Menariknya, di China menu ini kemudian dibuat inovasi yang ekstrem dengan membiarkan gelasnya beku terlebih dahulu agar susu yang dituang di dalamnya tetap dingin tanpa es.

Nah, sudah mencoba dirty latte?***

Halaman:

Tags

Terkini