6 Tanda Tak Terduga Kamu Kurang Minum Air Atau Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Jika sehari-hari kamu lebih sering berada di dalam ruangan ber-AC, usahakan minum air putih secara rutin meskipun kamu tidak haus agar tidak dehidrasi. (Google Gemini)
Jika sehari-hari kamu lebih sering berada di dalam ruangan ber-AC, usahakan minum air putih secara rutin meskipun kamu tidak haus agar tidak dehidrasi. (Google Gemini)

PejuangKantoran.com - Bahaya dehidrasi ringan sering kali tidak terlihat—tapi tubuh kita terus memberi sinyal. Dehidrasi tidak hanya mengganggu mood dan fokus—efeknya bisa membahayakan secara fisik.

Bahkan dehidrasi ringan (sekitar 2% berat tubuh hilang cairannya) dapat memperlambat kinerja otak, emosional, dan refleks. Di sisi lain, dehidrasi berat bisa menyebabkan tekanan darah rendah, risiko gagal ginjal, hingga shock

Berikut adalah enam tanda yang sering diabaikan, padahal merupakan alarm penting untuk minum lebih banyak:

Baca Juga: Eva Celia dan Para Pemain 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah' Punya Kesamaan Status dengan Karakternya

1. Napas Tak Sedap (Halitosis)

Saat tubuh kekurangan cairan, produksi air liur menurun. Akibatnya, bakteri penyebab bau mulut pun menumpuk. Air putih adalah jawaban terbaik—hindari minuman manis karena tidak efektif menghidrasi 

2. Penglihatan Kabur

Dehidrasi bisa mengganggu film air mata alami di mata. Tanpa pelumasan cukup, penglihatan kabur atau lelah pun bisa terjadi. Hal ini disebabkan oleh penurunan aliran darah dan kelelahan otot mata 

3. Kulit Kering & Elastisitas Menurun

Kulit dan bibir kering, bahkan kasar, bisa menandakan hidrasi kurang optimal. Cobalah uji skin turgor: cubit ringan di punggung tangan. Bila kembali perlahan, itu pertanda dehidrasi 

Baca Juga: Jejak Digital Sulit Dihapus! Fitur Baru ChatGPT Bikin Ribuan Percakapan Pribadi Bocor di Google

4. "Brain Fog" atau Mood Menurun

Air yang cukup sangat penting untuk pasokan darah ke otak. Kurang cairan saja bisa membuat kamu merasa lesu, sulit fokus, dan mood berantakan—meski hanya mengalami dehidrasi ringan 

5. Konstipasi

Air dan serat bekerja bersama dalam menjaga kelancaran pencernaan. Kurangnya cairan bisa membuat usus menyerap kelebihan air dari tinja, sehingga menjadi keras dan susah dikeluarkan 

6. Sakit Kepala

Penurunan volume darah akibat dehidrasi dapat memberi tekanan pada lapisan otak (meninges), memicu rasa nyeri. Studi menunjukkan wanita dengan dehidrasi ringan mengalami sakit kepala lebih sering, bahkan saat istirahat.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: RealSimple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X