PejuangKantoran.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy pada David Ozora pada 2023 lalu diangkat ke layar lebar. Sutradara kakak beradik Bounty dan Anggy Umbara menghadirkan kisah viral ini dalam film yang berjudul Ozora Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel.
Baik Bounty maupun Anggy sepakat bahwa film ini tidak bermaksud mengeksploitasi kekerasan yang diterima korban, namun mencoba menghadirkan cerita dari sudut pandang sekaligus perjuangan ayah korban penganiayaan, Jonathan Latumahina.
“Target pribadi saya sih 100 persen se-saklek mungkin, tapi ternyata tidak bisa karena kisah nyata itu sulit sekali untuk dibuat film. Banyak kendalanya. Banyak detail yang tidak bisa kita masukkan di sini.
Baca Juga: Film Indonesia yang Tayang Desember 2025 Jadi Amunisi Kejar Angka 80 Juta Penonton Film Nasional!
"Hanya titik drama ada di Jonathan, yang dari awal menjadi perhatian saya. Itu sebenarnya message yang kita ingin sampaikan di sini, berdasarkan kerja keras para pemain semua,” ujar Bounty Umbara, saat gala premiere Ozora Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Hal yang sama juga dirasakan Anggy Umbara. Ia bisa merasakan kedekatan dan betapa beratnya yang Jonathan lewati karena dirinya juga seorang ayah. Itu sebabnya skenario film pun ditulis langsung oleh Anggy bersama Ardi & Tata Rak Buku.
“Saya juga seorang ayah, punya anak. Itu yang membuat saya relate dengan karakter Jonathan. Waktu pertama kali melihat videonya saja sudah sakit banget. Ditambah dengar cerita langsung dari dia (Jonathan).
"Kadang saat syuting pun, di belakang monitor, tetap meneteskan air mata. Di beberapa adegan, wah... nggak kebayang kalau itu terjadi pada anak gue!” seru sutradara yang juga disc jockey grup nu metal Purgatory ini.
Tantangan lain yang sempat ditemui saat menggarap film ini adalah tentang pemilihan judul yang cukup provokatif, dengan penggunaan julukan penguasa Jaksel sebagai pelaku penganiayaan.
Baik Anggy ataupun Bounty sadar judul tersebut punya potensi memicu kontroversi. Begitu juga penggunaan instansi-instansi pemerintahan di dalam film.
Baca Juga: Awkward Banget! Baru Mulai Syuting Sugar Baby, Winky Wiryawan dan Davina Karamoy Take Adegan 'Panas'
“Saya melihatnya kasus penganiayaan David ini adalah pintu, pembuka momen, karena ini sebenarnya sudah disiarkan ke publik. Bahkan ada beberapa instansi yang tidak bisa kita cover lagi karena memang seperti itu kejadiannya!” kata Bounty.
Beruntung dalam penggarapan film ini, baik Jonathan maupun pengacara keluarga, Mellisa Anggraini, yang menangani kasus David Ozora, ikut terlibat di film sebagai produser eksekutif yang sekaligus mensupervisi produksi film.
“Kita sempat diskusikan ini. Untungnya aman, karena kita konsultasikan dengan Mellisa. Secara hukum impact-nya apa. Bahkan awalnya, ia malah mendukung kita menggunakan nama-nama aslinya karena kasus ini sudah menjadi public domain (sudah disiarkan kepada publik).
"Tapi, kitanya yang tidak mau untuk menjaga privasi mereka juga, secara etika!” pungkas Anggy.