Duka Banjir Bandang Aceh Timur: Bupati Ungkap Kekecewaan atas Lambatnya Respons Satpol PP

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 4 Desember 2025 | 14:35 WIB
banjir aceh tengah
banjir aceh tengah

 

PejuangKantoran.com - Banjir bandang yang melanda Aceh Timur, Aceh, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat. Bencana besar yang sebelumnya merendam 18 kabupaten/kota di Aceh ini menyebabkan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang parah. Bahkan hingga kini, sejumlah wilayah masih sulit dijangkau.

Di tengah situasi darurat tersebut, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky menyampaikan kekecewaannya terhadap respons lambat dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dalam apel bersama ASN di Idi pada Rabu, 3 Desember 2025, Iskandar menuturkan bahwa selama tiga hari pertama ketika banjir menerjang, tidak ada satu pun truk Satpol PP yang hadir di posko utama.

“Saya kecewa. Tidak bisa terhubung dengan kepala Satpol PP karena sinyal hilang. Tapi mestinya tetap ada inisiatif,” ujar Iskandar.

Menurutnya, ketiadaan truk Satpol PP sangat menghambat mobilisasi bantuan, karena kendaraan besar itu dibutuhkan untuk mengangkut logistik ke daerah terdampak. Ia menekankan, jika sopir Satpol PP tidak bersedia, maka kendaraan bisa diserahkan kepada pihaknya atau digunakan oleh TNI, Polri, atau para relawan.

Baca Juga: Sehabis Padel, Otot Kamu Nyeri dan Kaku? Kamu Kena DOMS! Berikut Tips Mengurangi Gejalanya

Tim Pemkab Terobos Daerah Terisolasi

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah berupaya menerobos daerah-daerah yang terisolasi untuk mengirimkan bantuan. Iskandar menegaskan bahwa langkah itu diambil karena ribuan warga berisiko kelaparan jika tidak segera disuplai kebutuhan pokok.

Penyaluran bantuan kini sudah dilakukan di empat kecamatan yang sebelumnya terputus aksesnya, yakni Serbajadi, Peunarun, Simpang Jernih, dan Pante Bidari. Tim lapangan dibagi menjadi empat kelompok untuk memastikan kebutuhan dasar seperti sembako, air minum, dan obat-obatan bisa menjangkau para korban.

Meski begitu, Iskandar mengungkapkan masih banyak warga yang hingga kini belum tersentuh bantuan karena akses darat lumpuh total. Dalam proses penyaluran, ia dan rombongan bahkan sempat terjebak hampir dua jam saat melewati jalur yang tertutup longsor dan jembatan yang putus akibat luapan sungai.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Tanggapi Isu Dirinya Disebut Bertanggung Jawab atas Banjir dan Longsor di Sumatera

Pengiriman Bantuan Lewat Jalur Laut

Selain upaya di darat, penyaluran bantuan melalui jalur laut juga terus digencarkan. Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, memantau langsung persiapan dua kapal besar milik Kementerian Perhubungan RI, KN SAR Purworejo 101 dan KN Antares, yang diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lheue pada 2 Desember 2025.

Kedua kapal tersebut membawa berbagai logistik penting seperti makanan, obat-obatan, tenda darurat, pakaian, alat komunikasi, hingga genset. Bantuan dari berbagai lembaga dan masyarakat Banda Aceh ini akan dibongkar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, sebelum diteruskan ke wilayah pesisir timur Aceh yang terkena dampak paling parah.

Untuk wilayah Aceh Timur, distribusi tambahan dilakukan melalui kapal nelayan yang dikawal ketat oleh personel TNI AL dan Airud demi memastikan keamanan selama proses pengiriman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X