BNPB Perbarui Data Korban Banjir dan Longsor di Sumatera, Angka Meninggal Capai 753 Jiwa

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 4 Desember 2025 | 07:57 WIB
Tim gabungan BNPB dan PUPR terus membersihkan longsor di Gunung Salak, Bener Meriah, Aceh. Jalur vital Aceh Utara–Bener Meriah segera dibuka. (Dok pemprov aceh)
Tim gabungan BNPB dan PUPR terus membersihkan longsor di Gunung Salak, Bener Meriah, Aceh. Jalur vital Aceh Utara–Bener Meriah segera dibuka. (Dok pemprov aceh)

PejuangKantoran.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis pembaruan data terkait banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu, 3 Desember 2025.

Hingga pukul 09.00 WIB, BNPB mencatat 753 orang meninggal dunia, sementara 650 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, 2.600 orang mengalami luka-luka akibat bencana ini. Jumlah warga yang mengungsi juga melonjak hingga 576.300 orang, tersebar di tiga provinsi tersebut.

Menanggapi situasi darurat ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa pemerintah sudah menyalurkan bantuan sekitar Rp25 miliar. Dana ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, terutama melalui dapur umum.

Menurut Gus Ipul, alokasi anggaran tak hanya untuk bahan baku makanan, tetapi juga untuk mendukung operasional sumber daya manusia (SDM) di lapangan.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Tanggapi Isu Dirinya Disebut Bertanggung Jawab atas Banjir dan Longsor di Sumatera

“Belanja bahan baku dan pembiayaan SDM dapur umum semuanya terus diupayakan untuk terpenuhi,” jelasnya.

Lebih dari 570 personel Tagana diterjunkan untuk mengoperasikan 30 titik dapur umum, baik yang dikelola masyarakat maupun yang diinisiasi Kementerian Sosial. Bantuan juga datang dari TNI dan Polri yang turut menyediakan dapur umum serta suplai bahan makanan bagi warga terdampak.

Di sisi lain, upaya pembukaan jalur penghubung Medan–Aceh Tamiang terus dilakukan. Alat berat Dinas Pekerjaan Umum bekerja membersihkan material tanah, lumpur, dan puing yang menutup ruas jalan.

Baca Juga: Garin Nugroho Dianugerahi Gelar Officier des Arts et des Lettres: Penghargaan Tinggi Prancis untuk Maestro Sinema Indonesia

Pada Selasa, 2 Desember 2025, beberapa kendaraan sudah bisa melintas meski dengan kecepatan terbatas. BNPB menargetkan jalur ini dapat berfungsi penuh pada Rabu, 3 Desember 2025.

Dengan mulai terbukanya akses menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhokseumawe, proses distribusi bantuan logistik diharapkan menjadi lebih cepat dan merata. Kondisi ini dinilai krusial untuk mempercepat penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak di lapangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X