PejuangKantoran.com - Film Esok Tanpa Ibu sudah bisa ditonton di bioskop sejak 22 Januari lalu. Salah satu aspek menarik dari film ini adalah penggarapan visualnya dikerjakan oleh sutradara Ho Wi-ding.
Keterlibatan Wi-ding di film ini merupakan rekomendasi produser Shanty Harmayn, yang sudah lama berteman dengan sutradara Malaysia tersebut sejak dirinya tinggal di Filipina.
“Alasan saya bisa menerima pekerjaan ini adalah karena film pertama saya dibuat dalam bahasa Tagalog dan tentang orang Filipina. Saya tidak mengerti bahasa Tagalog, tapi saya tetap membuat film dan penerimaan film itu cukup bagus.
Baca Juga: Tak Hanya Diproduseri Dian Sastrowardoyo, 'Esok Tanpa Ibu' Juga Digarap Filmmaker Asia Tenggara
"Jadi, ketika Shanty menawarkan, saya langsung setuju. Toh, saya sudah pernah melakukannya sebelumnya,” ucap Wi-ding, saat press screening film Esok Tanpa Ibu di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Tentu bukan hal yang mudah untuk bekerja di produksi film di mana para kru dan pemain tidak saling mengenal sebelumnya. Agar semua bisa berjalan lancar, menurut Wi-ding kuncinya adalah kerelaan untuk membuka diri terhadap masukan dari semua departemen.
Baik itu astrada (asisten sutradara), asprod (asisten produksi), supervisor skrip, hingga penulis skenario, yang terdiri atas Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief.
“Saya seperti seorang konduktor, harus memastikan semua menjalankan perannya dengan baik. Saya harus memastikan mereka bekerja dalam satu harmoni.
"Jujur, ini pengalaman pertama saya mengerjakan proyek seperti ini, karena di saat kita mengerjakan film dalam bahasa kita sendiri, kecenderungannya adalah kita ingin mengontrol semua. So, this is actually kind of a freedom!” seru sutradara berusia 54 tahun itu.
Wi-ding pun memberi contoh bagaimana ia harus membuka diri dalam menerima masukan dari tim yang baru pertama kali bekerja sama dengannya. Salah satu lagu yang dipakai sebagai musik latar adalah Sorai milik Nadin Amizah.
Baca Juga: Revalina S. Temat Akui Perannya di 'Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?' Tidak Mudah Dimainkan
Lagu tersebut belum pernah didengarnya. Namun, berkat rekomendasi dari editor film dan produser yang juga sahabatnya, Shanty, lagu itu pun akhirnya dipakai.
Begitu juga ketika akan melakukan pengambilan gambar di adegan awal. Jika mengacu pada skenario, setting adegannya adalah Rama (Ali Fikry) bersepeda di cuaca yang cerah. Namun, kenyataan cuaca saat itu mendung dan berkabut.
“Saya sempat khawatir karena tidak sesuai skenario, tapi para kru bilang, ‘Bagus kok! Di tangkapan kamera terlihat bagus. Langsung syuting saja!’
"Jadi, kamu harus mempercayai mereka, dan ternyata hasilnya di adegan itu (memang) terlihat bagus!” tukas lulusan NYU’s Tisch School of the Arts ini.