PejuangKantoran.com - Universal Pictures baru saja memenangkan bidding war (perang lelang) untuk menggarap film biopik resmi grup rock Bon Jovi. Ini tentunya jadi kabar gembira buat Gen X yang jadi pencinta band legendaris asal New Jersey, Amerika, itu.
Film Bon Jovi ini nantinya bakal mengajak kita mengintip kilas balik ke masa-masa awal terbentuknya Bon Jovi. Terutama, di era booming-nya lagu-lagu seperti Livin' on a Prayer dan Wanted Dead or Alive.
Naskah film ini dipercayakan kepada Cody Brother, penulis yang sebelumnya dikenal lewat karya seperti Drudge dan Killing Satoshi. Sementara itu, posisi produser akan diisi oleh Kevin J. Walsh dan Gotham Chopra.
Baca Juga: Pokemon Rekrut Peneliti dengan Pengalaman Riset Ekologi untuk Bekerja di Tim Global di Tokyo
Walsh dikenal lewat film besar seperti Manchester by the Sea dan Napoleon. Sedangkan Gotham Chopra bukan baru kali ini menggarap film tentang band yang sudah menjual 120 juta albumnya di seluruh dunia itu.
Chopra adalah orang di balik serial dokumenter Hulu tahun 2024, Thank You, Goodnight: The Bon Jovi Story. Pembuatan film dokumenter tersebut bertepatan dengan perayaan 40 tahun Bon Jovi.
Yang seru, Jon Bon Jovi dilaporkan terlibat langsung dalam kesepakatan dengan Universal ini. Artinya, film ini mendapatkan akses penuh ke perpustakaan lagu-lagu Bon Jovi.
Bayangkan nanti kita bisa menonton perjalanan karier mereka di layar lebar sambil mendengarkan lagu-lagu aslinya dengan kualitas suara bioskop!
Dari gitar rusak hingga jadi legenda
Fokus utama film Bon Jovi adalah tahun-tahun pembentukan band di era 1980-an, saat Jon Bon Jovi (aslinya bernama John Bongiovi) sedang berjuang membangun nama bandnya dari nol.
Baca Juga: Risiko Aksi Mogok Awak Kabin Lufthansa Meningkat setelah Serikat Pekerja Tolak Perubahan Jam Kerja
Formasi awal band ini adalah Jon Bon Jovi (vokal), Richie Sambora (gitar), David Bryan Rashbaum (keyboard), Alec Joh Such (bas), dan Tico Torres (drum). Kelak band ini tampil di konser-konser di stadion yang ditonton puluhan ribu penonton setiap kali manggung.
Salah satu bagian paling menarik yang kemungkinan besar muncul di film adalah kisah masa kecil Jon. Ternyata, Jon sempat merasa sangat frustrasi saat belajar gitar di rumahnya di Perth Amboy, New Jersey. Saking kesalnya, dia pernah melempar gitarnya ke tangga ruang bawah tanah sampai rusak.
Untungnya, dia tidak menyerah seterusnya. Setelah menonton penampilan Bruce Springsteen, barulah dia sadar kalau musik adalah masa depannya. Dia memperbaiki gitar yang rusak itu dan mulai rajin menulis lagu serta bermain di berbagai band lokal.
Perjuangan ini membuahkan hasil saat album perdana mereka dirilis tahun 1984 dengan lagu hits seperti Runaway. Puncaknya terjadi di tahun 1986 lewat album Slippery When Wet yang meledak secara global.