Pokemon Rekrut Peneliti dengan Pengalaman Riset Ekologi untuk Bekerja di Tim Global di Tokyo

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 11 Maret 2026 | 16:44 WIB
Pokemon Company merekrut peneliti dengan rekam jejak riset dalam ekologi hewan dan tumbuhan untuk bergabung dengan kantor pusat di Tokyo. (IGN)
Pokemon Company merekrut peneliti dengan rekam jejak riset dalam ekologi hewan dan tumbuhan untuk bergabung dengan kantor pusat di Tokyo. (IGN)

PejuangKantoran.com - The Pokémon Company baru saja membuka lowongan kerja buat peneliti yang punya gelar PhD di bidang ekologi untuk bekerja di Tokyo. Ini benar-benar jadi kesempatan langka untuk menyalurkan jiwa peneliti Pokémon secara profesional.

Lowongan yang diunggah di situs rekrutmen Jepang, HRMOS, ini mencari pakar ekologi yang punya rekam jejak riset dalam ekologi hewan dan tumbuhan. Untuk bisa jadi anggota tim global mereka, tentu saja kemampuan bahasa Jepang dan Inggris menjadi syarat mutlak.

Mengenai gaji, bonusnya lumayan menggiurkan. Ada bonus khusus bagi pemegang gelar PhD sebesar 1 juta yen (sekitar $6.300 atau sekitar Rp106 juta) saat baru bergabung, ditambah lagi bonus tahunan dengan jumlah yang sama setiap bulan Maret.

Baca Juga: Risiko Aksi Mogok Awak Kabin Lufthansa Meningkat setelah Serikat Pekerja Tolak Perubahan Jam Kerja

Memperkuat logika biologi

Mungkin awalnya terdengar agak asing, untuk apa perusahaan game besar butuh pakar ekologi?

Kalau kita gali lebih dalam, langkah Pokémon Company ini sangat cerdas. Dengan mempekerjakan ahli yang benar-benar paham bagaimana ekosistem bekerja di dunia nyata, dunia Pokémon bisa berkembang menjadi lebih realistis dan terasa hidup.

Misalnya, bagaimana hubungan rumit antara pemangsa dan mangsa, tipe habitat yang ideal, hingga cara mahluk hidup beradaptasi dengan iklim.

Wawasan ilmiah ini bakal sangat berguna ketika tim merancang Pokémon varian regional atau menentukan ke arah mana sebuah spesies harus berevolusi biar terasa lebih masuk akal.

Yang unik, lowongan ini sama sekali tidak meminta keahlian teknis pembuatan game seperti programming atau coding. Fokus utamanya murni pada gelar PhD ekologi dan kemampuan komunikasi bilingual.

Baca Juga: Orang yang Masih Suka Membuat To Do List dengan Tulisan Tangan Ternyata Punya Kepribadian Ini

Dengan strategi ini, perusahaan seolah memberi sinyal bahwa mereka ingin memperkuat fondasi narasi dan logika biologi di balik mahluk-mahluk yang sudah begitu akrab di mata penggemarnya tersebut.

Langkah ini juga sangat sejalan dengan proyek Pokémon Pokopia, sebuah game building/life sim baru di mana pemain diterjunkan ke wilayah Kanto yang sedang hancur akibat kekeringan.

Tugas pemain adalah memulihkan ekosistem tersebut dan membangun habitat yang tepat untuk menarik berbagai jenis Pokémon yang memiliki kebutuhan berbeda-beda tergantung spesiesnya.

Dengan bantuan pakar ekologi betulan, The Pokémon Company ingin memastikan dunia fantasi tersebut jadi sama dinamisnya dengan alam liar yang kita pikirkan sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: IGN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X